Tabungan Artha Perumahan
KPAI Purwakarta Kecam Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Heru
2017-11-08 08:22:51
452

PURWAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Purwakarta mengutuk keras kekerasaan seksual yang dilakukan seorang Kakek bejad terhadap siswi yang masih duduk dibangku SD di Kecamatan Sukatani, Purwakarta. 

Ketua KPAI Kabupaten Purwakarta Hj. Nur Aisah Jamil, M.pd mengecam keras prilaku bejat pelaku yang dengan tega menggagahi anak SD hingga berulang kali. Sebagi bentuk kecaman pihaknya akan terus mengawal proses hukum sampai ditetapkanya putusan pengadilan.

"Kita mengecam keras atas perbuatan  pelaku yang telah mencabuli pelajar kelas 4 SD di Sukatani. Tentunya kita mengawal proses hukum sampai finis, sampai ada putusan pengadilan,'' kata Hj, Nur Aisah Jamil kepada Radar Karawang Selasa (8/11).

Menurutnya, pelaku harus mendapatkan ganjaran hukuman yang setimpal. Pasalnya, Demi menciptakan tunas harapan generari penerus yang siap memajukan bangsa setiap anak mesti dijaga dan dijamin kualitas bukan malah menjadi objek yang tersakiti.

"Tugas utama Kita adalah melakukan mediasi dan pemulihan kepada korban agar dapat mengembalikan rasa traumanya,'' katanya.

Hj. Nur Aisah Jamil Berharap, kasus seperti ini tidak kembali terjadi di Purwakarta, untuk itu ia menghimbau kepada masyarakat terutama para orang tua agar dapat menjaga dan memantau perkembangan anak. 

"Kepada orang tua jangan sampai lengah dalam mengawasi anak. Tujuanya agar kasus serupa tidak kembali terjadi di Purwakarta,'' katanya. 

Terpisah, Kanit PPA Polres Purwakarta, Aiptu Agus Permana mengungkapkan pelaku yang sehari hari sebagai anggota linmas di wilayah Sukatani itu, telah mencabuli anak dibawah umur dan korban adalah tetangga dekatnya yang sehari hari bermain dirumah pelaku bersama cucu pelaku. 

"Korban pencabulan ini memiliki jiwa labil karena ditinggal bercerai kedua orang tuanya. Motif pelaku yaitu dengan mengiming imingi korban dengan memberikan uang  sebesar 4.000,'' kata Agus. 

Atas perbuatannya pelaku terpaksa harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Purwakarta dan dijerat undang undang prrlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Top Coffe
loading...