Tabungan Artha Perumahan
Karawang Antisipasi Darurat Perdagangan Manusia Dan Seks Bebas

JO
2017-11-14 16:56:46
437

Karawang - Kini Pemerintah Kabupaten Karawang merupakan wilayah yang tertinggi di Jawa Barat untuk kasus kekerasan dan pelecehan seksual bagi anak, untuk itu diperlukan perhatian serta penanganan khusus. Forum Komite Pendidikan Masyarakat Desa (FKPMD) Desa Sungai Buntu bekerjasama dengan  Yayasan Kusuma Buana – Jakarta saat ini gencar melakukan Pelatihan dan Pembekalan Keterampilan Hidup Untuk Para pemuda yang dikategorikan mulai menginjak belia agar tidak menjadi korban kekerasan dan trafficking.

Kegiatan yang diadakan di Aula Desa Sungai Buntu Kecamatan Pedes beberapa waktu lalu tersebut diikuti oleh 24 peserta dari 4 Desa dari 2 Kecamatan yaitu Desa Sungai Buntu dan Desa Payung Sari, Kecamatan Pedes. Desa Cibuaya dan Desa Gobang Jaya Kecamatan Cibuaya,Telah mendapat dukungan langsung dari Kementrian Pemuda dan Olah Raga.

Ke 24 peserta ini mengikuti sosialisasi dari pemateri sungguh sangat antusias dan semangat. Pemateri memberikan himbauan dan pengetahuan untuk hati-hati dalam penempatan atau lowongan kerja menjadi TKI. Karena tidak sedikit trafficking ini terjadi dengan modusnya penempatan TKI. Karena sindikat TKI beroperasi dengan langsung mendatangi korban,membujuk dan merayunya. Dengan memalsukan dokumen selanjutnya memberangkatkan secara tidak layak.

Kasus perdagangan manusia (Trafficking) disebabkan juga oleh faktor kemiskinan dan keterbatasan lapangan pekerjaan. Sehingga di Indonesia menjadi faktor penting bagaimana trafficiking bisa terus terjadi.

Wisnu Prasadja Pemateri dari Yayasan Kusuma Buana saat diwawancara mengatakan, “Pelatihan dan pembekalan keterampilan hidup untuk pemuda kali ini memberikan materi sosialisasi. Karena dengan situasi kasus dan data kekerasan baik fisik, sexsual dan kekerasan lain kemudian ada informasi dasar terkait perdagangan manusia (trafficking) dan dampaknya.”

Lebih lanjut Wisnu mengungkapkan, ada dua faktor utama yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor ekstrenal seperti kebutuhan adanya pekerja sex anak, tempat prostitusi. Faktor internal masih banyaknya kurang pemahaman perempuan dan anak terkait kesehatan produksi kemudian faktor ekonomi, budaya dan pengaruh teman sebaya.

Dari hasil survei di Kabupaten Karawang ada 12 kecamatan yang dianggap menjadi kantong korban  perdagangan manusia,Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak lainnya,

Wisnu menjelaskan , “Pencegahan yang kami lihat dari Pemerintah Daerah Karawang sudah banyak melakukan sosialisasi terbukti dengan adanya Perda perlindugan anak dan perempuan, Salah satu Perda No.7/2012 tentang Pencegahan dan Penanganan Perdagangan. Tinggal disosialisasikan ke Desa desa agar masyarat bisa mendapatkan informasi yang tepat dan bisa dimengerti oleh Masyarakat.

Namun kasus ini terus terjadi untuk itu perlu adanya sinergi pemerintah dengan komponen masyarakat  sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pemuda agar lebih berdaya dan produktif. (joe)

Top Coffe
loading...