Tabungan Artha Perumahan
Waduk Cirata Rawan Palak

Wisata Waduk Cirata

Heru
2017-11-27 12:12:01
708

PURWAKARTA-Keberadaan pungutan parkir liar dikawasan Waduk PLTA Cirata masih gencar dilakukan sejumlah oknum. Dengan dalih demi keamanan kendaran para oknum bahkan seringkali meminta paksa uang parkir pada setiap pengunjung yang datang ke tempat tersebut. 

Biasanya, para tukang parkir itu datang dengan bergerombol lalu menghampiri pengunjung yang tengah asyik menikmati pemandangan bendungam Cirata. Dengan mengaku sebagai petugas parkir PLTA Cirata para wisatawan diminta untuk menyerahkan uang sebagai biaya parkir.

Seperti yang di alami Jajang (28) salah satu pengunjung yang mengaku telah diminta uang lantaran telah parkir sembarangan. "Dengan menyodorkan kertas karcis saya harus bayar lima ribu rupiah, katanya untuk biaya parkir dan kebersihan," ujar Fery, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, tukang parkir itu mengatakan di sepanjang jembatan Waduk Cirata para pengunjung dilarang berhenti dan jika sudah melanggar aturan maka harus bayar denda parkir. Dengan nada paksaan para pengunjung diharuskan membayar biaya parkir.

"Saya berhenti sebentar untuk istirahat sambil melihat pemandangan di wilayah Cirata namun, tiba-tiba ada beberapa orang datang meminta uang parkir sambil menyodorkan karcis yang wajib dibayar seharga Rp5 ribu,'' ungkapnya.

Para pengendara berharap, oknum petugas parkir ilegal itu segera ditangkap sebab, sangat meresahkan para pengunjung. "Oknum tukang parkir itu harus segera di tangkap agar pengunjung merasa nyaman," pintanya.

Para tukang parkir yang sering beroperasi di sepanjang Jembatan Citarum Waduk Cirata itu dianggap ilegal lantaran tidak ada surat secara resmi baik dari pemerintah atau pun pengelola PLTA Cirata. "Mereka tidak memiliki izin untuk baik dari pihak pemerintah maupun dari kami," ujar salah seorang sekuriti PLTA Cirata. (Rhu

Top Coffe
loading...