Life Style

Sering Konsumsi Ikan, Anak Lebih Cerdas dan Lelap Tidur

portaljabar.net - Jan 07 2018 at 20:39:42   556 Viewer

Ilustrasi/net

 

PORTALJABAR.NET-Para peneliti di Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat, melakukan riset terkait intelligence quotient ( IQ), kebiasaan makan ikan, dan pola tidur terhadap lebih dari 500 anak di China, berusia antara 9-11 tahun.

IQ adalah skor dari yang dihasilkan dari beberapa tes standar yang dirancang untuk menilai kecerdasan manusia.

Dalam penelitian ini ditemukan fakta, anak-anak yang setiap minggu memakan ikan memiliki capaian IQ lima poin lebih tinggi, ketimbang mereka yang tidak pernah atau jarang makan ikan.

Sementara, anak-anak yang kadang-kadang mengonsumsi ikan pun memiliki IQ rata-rata tiga poin lebih tinggi dibanding anak-anak yang tidak atau jarang memakan ikan.

Tim peneliti ini terdiri dari Jianghong Liu, Jennifer Pinto-Martin, Alexandra Hanlon, dan Adrian Raine.

Raine, yang adalah seorang profesor untuk Penn Integrates Knowledge. Sementara, Liu, Pinto-Martin, dan Hanlon tergabung bersama di Penn School of Nursing.

Raine menyebut hasil riset ini sebagai "double hit" dari sisi keuntungan.

Diungkapkan, temuan tersebut didasarkan pada penelitian yang ada sebelumnya tentang efek positif dari asam lemak Omega-3.

Omega 3, yang ditemukan pada ikan, telah dikaitkan masing-masing dengan kecerdasan dan pola tidur, namun mereka belum pernah ada yang mengaitkan keduanya.

Demikian pernyataan tertulis dari pihak Universitas Pennsylvania yang dilansir laman USA Today. 

Hasil riset yang diterbitkan pada 21 Desember 2017 lalu di Nature Journal Scientific Reports, juga menanyai orangtua para responden, mengenai kualitas tidur anak-anak mereka.

Pertanyaan itu pun termasuk tentang seberapa sering anak-anak itu terbangun di tengah malam, dan mengalami kantuk di siang hari.

Dari wawancara itu ditemukan informasi bahwa peningkatan konsumsi ikan dapat dikaitkan dengan berkurangnya gangguan tidur.

Pinto-Martin mengatakan, orangtua bisa memberi ikan kepada anak sejak berumur 10 bulan dan harus dimulai sejak sekitar usia 2 tahun.

Jika dikonsumsi oleh bayi, kata Martin, pastikan ikan itu dicincang halus dan tidak memiliki tulang belulang.

"Memperkenalkan rasa ikan lebih awal membuat bayi akan merasa lebih nyaman ke depan," kata Martin.

"Ini benar-benar harus menjadi upaya terpadu, terutama dalam budaya di mana ikan tidak biasa disajikan atau karena alasan berbau tak sedap."

Otoritas Pengawas Obat dan Makanan di AS pun telah menyarankan wanita hamil dan anak-anak memakan ikan di setiap kesempatan, setidaknya 1-3 porsi setiap minggu. (Red).

Sumber : kompas.com

Related article