Tabungan Artha Perumahan
Dilarang Pacaran, Siswi SMP ini Nekat Terjun dari Jembatan Tol

Johan
2018-01-12 19:45:35
1,058

CIREBON - Gara-gara dilarang pacaran, seorang siswi SMPN 17, Apido Nurul Azmi mencoba akhiri hidupnya dengan cara bunuh diri loncat di flyover Jembatan Tol Palikanci arah Jawa Tengah menuju Jakarta, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jum’at (11/1/2018) sekitar pukul 12.30 WIB.

Peristiwa berawal ketika korban diketahui oleh pihak sekolah bahwa koban berboncengan dengan laki laki bernama Dimas (18 tahun) yang juga siswa SMPN 17 Cirebon Kelas 2.

Keduanya diduga berpacaran sehingga sempat ditegur oleh gurunya agar jangan berpacaran dulu. Pada hari Jumat (12/1/2018), Apidoh tidak masuk sekolah satu hari sehingga teman-teman sekolahnya berkunjung ke rumahnya.

“Selanjutnya adik saya ditegur oleh ibu, dia kemudian lari ke arah jembatan tol dan naik rambatan lewat pagar tol. Kami sempat melarang aksi nekad adik saya yang terlihat merambat kearah tengah jalan namun tetap nekat akhirnya kami cegat di bawah,” kata kakak korban Syarif.

Syarif menambahkan, kemudian adiknya tiba-tiba menjatuhkan diri dari tengah jembatan tersebut.

Sejumlah warga sempat berada di tengah jalan tol untuk menolong Apidoh. Warga yang melihat aksi nekad tersebut sempat berusaha menolong dengan menangkap korban. Namun korban tetap nekad dan jatuh dari arah jembatan.

Kemudian warga berusaha menolong dengan membawa korban ke Rs Gunungjati Cirebon. Akibat dari peristiwa tersebut korban mengalami luka robek di dahi 6 (enam) jahitan, luka robek pada bibir atas 4 (empat) jahitan, luka lebam pada leher dan  luka lebam pada punggung.

Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra melalui Kapolsek Talun AKP.Eddi Mulyono membenarkan informasi aksi nekad siswa SMPN tersebut.

Kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban dan sejumlah saksi lainnya. “Kami juga melakukan pengcekan ke lokasi kejadian selain meminta keterangan saksi,” tandasnya.  (Jhn)

Top Coffe
loading...