Beras Naik, Pedagang Nasgor Kurangi Porsi

KARAWANG - Melambungnya harga beras yang terus naik tinggi hingga mencapai Rp12.000 hingga Rp13.000 perkilogram,membuat pedagang nasi goreng harus memutar otak menyiasati untuk tidak merugi.

Pedagang usaha ini terpaksa mengurangi takaran nasi mereka tanpa harus menaikan harga supaya tidak kehilangan langganan.

Mas Udin (51), pedagang nasi goreng yang mangkal di kawasan Cikalong,Jatisari, Karawang, Jawa Barat, mengatakan Porsi jatah nasi setiap pengunjung yang datang terpaksa harus dikurangi. 

“Biasanya kan kalau ngasih porsi nasi tiga sendok, sekarang paling dua sendok saja untuk menghindari kerugian,” katanya, Jum'at (12/01/2018) petang.

Menurutnya, jatah nasi itu diberikan tanpa harus menaikan harga. Hal tersebut dilakukan agar para pelanggan nasi gorengnya  tak pindah ke tempat lain. 

“Kalau harganya naik nanti nggak ada yang beli, mendingan di kurangi sedikit saja,” ujarnya.

Mas Udin mengharapkan pemerintah segera mengambil tindakan. Pasalnya, kenaikan harga yang setiap saat terjadi dinilainya harus terus memutar otak. 

"Naiknya harga cabai  dan telur yang bikin pusing, sekarang beras melambung naik setiap kali belanja .Lama-lama kita bisa bangkrut kalau begini terus,” tuturnya.

Dikatakan Mas Udin, saat ini di tempat usahanya, ia memang menggunakan beras jenis IR 64 kualitas sedang yang sekarang harganya senilai Rp12 ribu/kilogram. 

Hal tersebut dilakukan karena ia khawatir bila menggunakan beras murah para pembeli tak akan menyukainya dan sepi pembeli. 

"Saya saja beli beras sudah Rp600 ribu perukuran satu karung 50 kilogram belum beli telur dan macam-macamnya,” ungkapnya. (Nan)


Related Articles