Kurang 24 Jam, Polres Purwakarta Ringkus Pelaku Pembunuhan Depan Asrama Brimob

PURWAKARTA- Kurang dari 24 jam, Jajaran Satreskrim Polres Purwakarta berhasil meringkus Kawanan pembunuh yang sebelumnya telah menganiaya korbanya yang bernama Firdaus Ahmad Gazali (25) hingga tewas di Jl. Raya Cikopo-Sadang tepatnya didepan Asrama Brimob Purwakarta, tepatnya didepan Asrama Brimob.

Pelaku pembunuh yang berjumlah enam orang itu berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing yang terdapat di Kp Sukamulya Kelurahan Ciseureuh yaitu, Rendi (26), Wira (28) Agus (30), Tajudin (32), Pirni (24), serta Randi, dan para pelaku ini merupakan kaka beradik serta kaka ipar sehari-harinya biasa berjualan makanan di Jl. Ipik Gandamanah, Purwakarta.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Agtha Bhuwana mengatakan, atas kerja keras anggotanya dilapangan, dan sesuai intruksi dari Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani bahwa para pelaku pembunuhan tersebut dengan waktu 1x 24 jam harus sudah ditangkap.

"Dari hasil penyelidikan di lapangan dengan waktu kurang dari dua puluh empat jam seluruh pelaku yang berjumlah 6 orang berhasil diciduk satu persatu dirumahnya. Sementara dari 6 pelaku dua diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah, Wira dengan Rendi," kata Kasat Reskrim, Jumat (12/1/2018).

Lebih jauh Aghta menjelaskan, Rendi mengaku bahwa perkelahian itu terjadi yang sebelumnya ketika ia akan pergi ke pasar induk Cikopo untuk belanja kebutuhan daganganya, namun ketika di Jl raya Sadang - Cokopo telah bertemu dengan dua korban yang telah mengambil jalur yang digunakan pelaku dengan menggunakan sepeda motor.

"Pembunuhan itu terjadi dengan motif perkelahian yang berujung kematian korban, yang sebelumnya terjadi cekcok antara korban dengan pelaku telah bersinggungan ketika di Jl. raya bungursari, demikian ungkap Agtha," jelasnya.

Untuk proses pengembangan lebih lanjut, serta menemukan barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku yang digunakan untuk membunuh korban, seluruh pelaku hingga saat ini masih diperiksa di Mapolres Purwakarta.

"Atas perbuatanya, para tersangka dijerat dengan pasal 170 tentang penganiayaan secara bersama sama dengan ancaman diatas 8 tahun Penjara," ujarnya. (Rhu)

Related Articles