Menengok Geliat Wisata Desa Penghasil Gerabah di Kabupaten Cirebon

CIREBON - Menengok kampung dikenal produksi grabah yang berada di Desa Sitiwinangun, Blok Kebagusan, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Kerajinan gerabah Sitiwinangun yang sudah terkenal di kalangan masyarakat Cianyumajakuning, bahkan sudah merambah ke kota-kota besar juga luar Jawa di antaranya, Sumatara, Kalimantan dan lainnya.

Kampung pengrajin gerabah di desa tersebut yang setiap harinya warga beraktivitas menyulap dari tanah liat dijadikan rupiah. Membuat kerajinan sebuah garabah yang terdiri berita berbagai macam aneka ragam. Garabah yang sudah dikenal di wilayah Cirebon sejak jaman dulu hingga sekarang.

Nampaknya, salah satu warga yang  berusia sudah separuh baya. Namun mereka masih tetap semangat membuat kerajinan garabah yang di kenal gerabah desa Sitiwinangun. Rabu (06/02/2018).

Seperti dialami seorang warga bernama Musiri (60) mengatakan, membuat kerajinan garabah sejak usia masih kecil, hingga sekarang. Dia membuat garabah yang dikenal gerabah Sitiwinangun dengan memproduksi berjenis garabah gentong, dan lainnya.

Musiri mampu dalam sehari membuat garabah gentong mencapai satu biji, soalnya dalam proses pembuatan garambah, sangat panjang.

"Kami sejak kecil hingga sekarang membuat kerajinan garabah, dan saat ini membuat gerabah bedah dengan dulu soalnya tenaga saya masih kuat, dan alhamdulilah ini kami masih membuat meskipun hasil nya tidak maksimal," ujar ditemui Portaljabar.net, di rumahnya.

Bahan baku gerabah ada tiga macam diantaranya, pasir, tanah liat dan tukang aduk tanah, itu saya beli dari penjual tanah dengan harga satu grobak  Rp140 Ribu rupiah. Dan saat ini mencari bahan baku sangat sulit harus mengambil dari luar desa.

"Kalau bahan naku tanah liat nya,  itu ada penjualnya , jadi kalau bahan baku tanah liat,  saya pesan sama penjual tanahnya," imbuh Musiri.

Dia berharap kepada pemerintah daerah agar membantu permodalan dan mempromosikan garabah khas desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.

Kemudian dalam proses  beli bahan baku tanah  membuat  garabah mencapai  dan menghasilkan sebanyak 30 garabah. Sementara itu,  harga jual melalui bandar sebanyak Rp60 ribu rupiah perbiji. (Kir)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News