Begini Penjelasan Deni Beri Orang Utan Rokok

BANDUNG-Deni Junaedi (27) tak menyangka akan menjadi terkenal, karena keisengannya melempar rokok kepada hewan orang utan di kebun binatang Bandung dalam sepekan terakhir di media sosial.

Saat menyadari dirinya tengah menjadi viral, Deni yang melakukan pelemparan ke orang utan di kebun binatang Bandung, menjelaskan kronologi pelemparan rokok ke orang utan 

"Saya kan pedagang Batagor di PT San san Cibaligo, anak saya usia lima tahun minta jalan-jalan ke Kebun Binatang, Minggu (4/3) lalu. Saya baru ke arena orang utan itu sekitar jam 12.30 Minggu siang," jelasnya, Jumat (9/3/2018) di Mapolrestabes Bandung.

Saat di arena kandang orang utan, kata Deni, ada beberapa pengunjung lain juga.

"Jadi saya itu datang ke kandang , si Orang Utan sudah memegang rokok dan menghisap rokok. Dan itu saya lihat lucu sekali, lalu orang utan ini mengulurkan tangannya kepada saya, dan membuang rokoknya lalu meminta rokok kepada saya," jelasnya.

Saat itu sekitar lima menit setelah si orang utan membuang rokok ditangannya, lalu saya memberi rokok itu.

"Tanpa pikir panjang saya beri dan itu saya tak berpikir dampaknya dan lain sebagainya," paparnya.

Menurut Deni, saat memberi rokok, memang dirinya dilarang sang istri karena memberi rokok.

"Saat rokok diberikan kepada orang utan, istri saya nanya apa gak bahaya, namun saya bilang lucu," jelasnya.

Selain istrinya, Deni juga diperingati oleh pengunjung lainnya, sambil merekam video.

"Ada yang merekam saya lihat, bahkan memperingati saya kenapa kasih rokok kan gak boleh," terangnya.

Saat ramai di media baik sosmed dan media konvensional, dirinya kaget.

"Istri saya yang ngasih tahu kalau saya ada di tv, istri saya nangis karena melihat itu. Lalu saya inisiatif ke Polsek dekat rumah untuk menjelaskan perihal ini, dan diantar pihak Polsek ke Kebun Binatang, lalu ke Polrestabes Bandung, " tuturnya.

Dengan viralnya memberi rokok ini, Deni mengakui bahwa mendapat pelajaran penting dari kejadian ini.

"Saya minta maaf kalau tindakan saya salah, dan ini murni saya lakukan iseng," terangnya.

Kapolrestabes Bandung, Kombes. Pol. Hendro Pandowo, menjelaskan, pelaku Deni ini tetap bisa beraktifitas dengan baik.

"Kami beri sanksi wajib lapor dan tetap akan diproses ke Pengadilan. Namun tetap Deni bisa berjualan dengan baik setiap harinya. Karena kan dia juga butuh menghidupi anak dan istrinya," terang Kapolrestabes. (dhika).

Baca juga :

DENI, PELEMPAR ROKOK KE ORANG UTAN SIAP DIBERI SANKSI SOSIAL

Tags:

Berita Terkait

Related News