Ratusan Hektar Lahan Tambang Pasir Diubah Pemdes Cibulan Jadi Areal Pertanian Kedelai

KUNINGAN – Pemerintah Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, kembali melakukan terobosan luar biasa dengan menghentikan perizinan tambang pasir seluas 50 Hektar, dirubah menjadi arel lahan pertanian kedelai.

Hal itu, dilakukan untuk menyanggupi target dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, yang mengemban program swasembada kedelai dari Kementan RI, melalui Dinas Pertanian dan Peternakan.

Selasa (13/03/2018), dilaksanakan kegiatan seremoni penanaman kedelai dengan dihadiri Kasi Aneka Kacang dan Ubi Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat, Lili Kartika, Plt Bupati Kuningan, Dede Sembada, Komandan Kodim 0615/Kuningan, Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Hj. Triastami, Camat Cidahu, Rusmiadi, beserta unsur Muspika lainnya, dan para penyuluh dari UPTD Pertanian, serta ribuan petani Desa Cibulan.

Lili Kartika mengemukakan bahwa kegiatan tersebut adalah “Gerakan Tanam Perdana Kedelai APBN Tahun 2018”. Merupakan program swasembada kedelai, sebagai upaya dalam memenuhi kebutuhan kedelai yang semakin meningkat dan mengurangi ketergantungan impor. Maka, Pemerintah terus berusaha keras untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri, sehingga secara bertahap dapat dicapai swasembada.

Dijelaskannya, pelaksanaan program dan kegiatan ini, dialokasikan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan pemanfaatannya untuk bantuan pemerintah dan kegiatan pendukung. Dan, akan mendapatkan pendampingan secara intensif dari TNI.

“Anggaran bantuan pemerintah dialokasikan untuk kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi kedelai. Dan, dimanfaatkan untuk membantu kelompok tani, berupa sarana produksi benih, pupuk dan bahan organik lainnya," ungkap Kasi Aneka Kacang dan Ubi Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat.

Plt Bupati Kuningan dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya program ini, diharapkan mampu meningkatkan ketahanan dan kedaulatan pangan. Sejalan dengan agenda program Pemerintah Pusat untuk tahun anggaran 2018 yang menargetkan menjadi tahun swasembada bagi komoditas pangan kedelai di Indonesia. Dan, untuk Kabupaten Kuningan mempunyai target 2.000 Hektar tanah untuk ditanami padi, jagung, dan kedelai (pajale).

“Pemda Kuningan sangat mengapresiasi positif, dan senantiasa mendukung program swasembada, serta siap memenuhi target tersebut. Apalagi tertuang dalam Peraturan Daerah LP2B, ini mengharuskan lahan produktif untuk digarap secara baik, tidak dialih fungsikan," tutur Dede Sembada.

Sementara itu, Kepala Desa Cibulan, Iwan Gunawan, mengatakan kalau penghentian izin untuk tambang galian pasir, dan diubah fungsikan menjadi lahan pertanian kedelai, selain mendukung program pemerintah dalam swasembada, juga untuk memberdayakan warga desa penduduknya yang mayoritas bekerja sebagai petani.

Pemrintah Desa Cibulan juga dikatakannya akan mensubsidi untuk permodalan bagi petani, dengan pengalokasian Dana Desa tahun 2018. Serta, akan membangun embung dekat areal lahan pertanian kedelai seluas 1,5 Hektar yang berguna untuk pengairan.

“Hari ini dibuka lahan seluas 50 Hektar. Insya Allah, 150 Hektar lagi akan dipersiapkan lahan bekas galian tambang pasir, diubah menjadi lahan pertanian yang produktif, mensejahterakan para petani. Serta, ratusan hektar lainnya lagi direncanakan dibangun setu, menjadi objek wisata," katanya. (Erx)

 

BACA JUGA :

HAERUMAN SUMRINGAH TERIMA KURSI RODA, KINI IA TAK PERLU JALAN MERANGKAK LAGI

 

 

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News