KARAWANG - Kejaksaan Negeri dan Polres Karawang berkoordinasi mengurai antrian panjang pembayaran denda tilang yang saat ini dikeluhkan masyarakat pelanggar lalulintas.

"Saya sudah berkoordinasi dengan kejaksaan. Mereka akan menambah personil pelayanan tilang dan juga bekerjasama dengan BRI agar bersedia menempatkan loket pembayaran di Kejaksaan," kata Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Arman Sahti, Selasa (13/3/2018).

Sementara, Kasi Pidum Kejari Karawang, Prio Sayogo, saat dikonfirmasi mengatakan,  banyak pelanggar tidak memanfaatkan sistem e-Tilang. Padahal dengan cara membayar e- Tilang ke Bank BRI bisa dipastikan tidak akan terjadi penumpukan saat pengambilan surat kendaraan di kantor kejaksaan.

"Masyarakat tidak memanfaatkan jasa perbankan karena merasa ribet. Makanya untuk memudahkan kami bekerja sama dengan bank BRI dengan mengirim mobil BRI keliling sehingga masyarakat bisa transaksi di kantor kami," kata Prio.

Saat ini, kata Prio,diakui adanya lonjakan pelanggar lalin.

Sebelumnya, Kejaksaan  hanya melayani 500 hingga 700 pelanggar tilang. Namun mulai Februari ini jumlah rata-rata pelanggar mencapai 10 ribu setiap bulannya. Kenaikan ini membuat pelanggar lalulintas di Kabupaten Karawang tergolong tinggi se Jawa Barat.

"Sebelumnya kejaksaan menyetor hasil denda tilang sebesar Rp100 juta setiap bulannya dengan rata-rata 2 ribu pelanggar setiap bulan," ungkapnya.

Dengan adanya kenaikan ini dipastikan jumlah denda tilang yang merupakan pendapatan negara bukan pajak akan ikut meningkat. "Kami belum menghitung seluruhnya tapi pasti naik beberapa kali lipat," katanya. (Tar)


BACA JUGA :