Miris! Ada Grup FB Tawuran Siswa SMP Karawang, Bupati dan Wabup Masuk Member

capture dari grup fb

Ega
2018-04-15 21:21:40
575

KARAWANG- Banyak pihak yang menyalahgunakan media sosial untuk kegiatan negatif. Seperti yang dilakukan para siswa di Kabupaten Karawang. Melalui akun Facebook para siswa membuat janji untuk lakukan aksi tawuran.

Miris.. Begitulah ungkapan pertama ketika kita membuka sebuah dinding grup facebook bernama "debat smp/mts di karawang'. Grup facebook yang sudah memiliki member sebanyak 49.771 akun ini doduga jadi media janjian antar siswa SMP di Karawang untuk melakukan aksi tawuran.

Penelusuran Portal Jabar (www.portaljabar.net), banyak postingan para member dalam grup ini terkesan di luar kewajaran seorang siswa pada umumnya. Sebagian postingan ada yang saling mencela bahkan menghina sekolah tertentu. Mereka saling berdebat dan saling mencaci di dalam kolom komentar.

Bukan hanya itu, sebagian postingan akun yang menjadi member di grup itu juga ada yang memposting gambar-gambar senjata tajam, alat musik, bahkan seragam sekolah. Belum diketahui siapa yang membuat grup media sosial ini. Namun sebuah catatan ditulis oleh admin grup facebook ini dengan tulisan sebagai berikut :

 

Jangan banyak bacot di dumay kalau smp kalian pUnya nyali buktikan di jalur, dan kalau berani jangan bawa alumni kalau bisa murni kaga ada yang bawa alumni (y), kalau mau kOntekan di sini aja Oke tapi jangan mOdUss  !!!!!

#dari SMPN 1 MAJALAYA #903_HIMALAYA 

 

Yang membuat tambah miris, terlihat akun facebook resmi Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari (Jimmy) juga masuk jadi anggota atau member. Pantauan Portal Jabar, belum sekalipun keduanya melakukan teguran atau himbauan dalam grup tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi dari kedua orang petinggi Karawang ini.

Meski begitu, masyarakat sangat berharap agar pemerintah daerah dalam hal ini pihak Dinas Pendidikan bisa lebih serius melakukan pengawasan siswa baik di sekolah ataupun di media sosial. "Ya ini jadi tanggungjawab semua pihak untuk mengawasi. Khususnya pemerintah juga harus melek teknologi," ujar Rijal, seorang pemuda warga Kecamatan Batujaya. (ega)