Soal Dana Desa, 14 Desa Diperiksa Inspektorat Karawang

KARAWANG- Sebanyak 14 desa se-Kecamatan Jatisari diperiksa Inspektorat Kabupaten Karawang terkait realisasi dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) tahun 2017. Pemeriksaan hari ini dilakukan di Desa Jatiwangi, Kecamatan Jatisari, Senin (16/4/2018).

Ketua Tim Penanggung Jawab, Inspektur Khotib Wahid, mengatakan, pengawasan pengalokasian dan penggunaan dana desa dan alokasi dana desa rutin dilakukan inspektorat. Kali ini, inspektorat ingin memastikan DD dan ADD dikelola dengan baik dan tidak ada penyelewengan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur di desa.

“Kita menerjunkan tujuh orang tim pemeriksa. Satu desa bisa menghabiskan waktu satu hari, karena itu kita minta pemerintah desa untuk kooperatif,” kata Khotib Wahid kepada wartawan.

Menurut Khotib, para kepala desa tidak perlu takut dengan pemeriksaan yang dilakukan inspektorat. Kegiatan pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendukung program pembangunan di desa. Karena sekarang, dana bantuan keuangan dari pemerintah pusat ke desa cukup besar.

 “Penggunaan dana desa harus diawasi bersama. Mulai dari inspektorat, kepolisian, dan kejaksaan,” paparnya.

Pemeriksaan dan pengawasan DD dan ADD, kata dia, untuk menguji dan menilai hasil program yang dilaksanakan pemerintah desa. Mulai dari pemeriksaan fisik bangunan, administrasi keuangan, aset desa, kelembagaan desa, dan yang lainnya.

“Harapan saya, tidak ada temuan dalam pemeriksaan di 14 desa di Kecamatan Jatisari. Semuanya dilaksanakan dengan baik dan hasilnya dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Desa Jatiwangi, Abdul Wahid, mengatakan, pemerintah desa siap mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Pihaknya bakal kooperatif dan melayani tim dari inspektorat.

 “Inspektorat hanya ingin memastikan kegiatan yang dibiayai DD dan ADD selama 2017 yang bersumber dari APBN dan APBD telah dijalankan dengan baik dan sesuai aturan,” katanya. (nan).


Related Articles