Soal SP3 Habib Rizieq, Ini Kata Kapolda

CIREBON-Polda Jawa Barat resmi mengeluarkan Surat Perintah Penghentian penyidikan (SP3) untuk kepastian hukum terkait kasus penghinaan Pancasila yang di lakukan oleh pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Agung Budi Maryoto, saat ditemui Portaljabar.net usai melakukan takziyah dikediaman sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon, KH. Nahduddin Abbas, yang wafat minggu lalu di London, Inggris. Menurut Kapolda, penanganan kasus tidak boleh menggantung, sehingga harus segera diberikan keputusan hukum.

“Karena belum ditemukan bukti yang kuat, ya akhirnya dikeluarkan SP3,” kata Agung, Minggu (6/5/2018).

Polda Jabar juga sudah berkoordinasi dengan ahli pidana dan ahli bahasa untuk mendapatkan masukan yang lebih lengkap dalam menjalani proses penegakan hukum namun, baik dari ahli bahasa maupun ahli pidana, dinyatakan belum menemukan bukti yang kuat.

“Karena dalam supremasi hukum, harus ada kepastian hukum. Tidak boleh digantung. Akhirnya keluarlah SP3,” tegasnya.

Walaupun begitu, Agung juga memastikan dirinya tidak terlibat langsung dalam pengambilan keputusan dikeluarkannya SP3 tersebut. Karena menurutnya,hal itu merupakan ranah dari penyidik. Dirinya selaku pimpinan di Polda Jabar, tidak terlibat.

"Sebagai pimpinan, saya tidak intervensi dalam kasus tersebut. Itu ranahnya penyidik,”pungkasnya. (jhn).

Related Articles