Maraknya Pungutan Uang Perpisahan Sekolah, Ketua Komisi D Angkat Bicara

KARAWANG-Maraknya pungutan uang perpisahan di setiap sekolah di akhir tahun ajaran, seperti yang terjadi di SMPN 1 Kutawaluya, membuat Ketua Komisi D DPRD Karawang, Pendi Anwar, angkat bicara. Pasalnya, kejadian ini kedepannya akan menjadi kebiasaan para oknum sekolah yang memanfaatkan momen tersebut, Selasa (15/5/2018).

Menurut Pendi, perbuatan itu sudah jelas merupakan pungutan dan jangan berdalih atas dasar kesepakatan orang tua murid dan juga sudah di izinkan oleh pihak dinas terkait. Karena, menurut aturan jelas-jelas tidak diperbolehkan, mengingat aturan Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun (SD dan SMP) itu mutlak tidak ada pungutan tanpa terkecuali.

"Menjelang kenaikan kelas ini ada siswa yang akan lulus dan melanjutkan ke sekolah tingkatan berikutnya, jadi kalau sekolah membebankan biaya perpisahan terlalu besar rasanya sangat ironis sekali, karena mereka harus bersiap-siap melanjutkan ketingkat berikutnya," ucapnya saat dihubungi via telepon kepada Portaljabar.net.

Ia menyesalkan ketika anak-anak (siswa) yang mau melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya masih harus dibebani biaya yang mungkin tidak semua mampu. Tentunya ini juga harus jadi perhatian Disdikpora Karawang agar bisa memberikan sebuah arahan ataupun imbauan pada SMPN 1 Kutawaluya  dan sekolah lainnya.

"Kami hanya memberikan masukan saja, Namun Disdikpora yang harus memberikan teguran kerasnya pada pihak sekolah tersebut," tutupnya. (wins).

 

Related Articles