PORTALJABAR- Menggenggam niat puasa Idul Adha di siang yang bercahaya, merupakan helaian langkah yang sungguh penting dalam menyemai puasa sunnah yang berkilau ini.
Puasa Idul Adha Meniti Cahaya Pahala dan Kebersamaan Ilahi.
Dalam satu hembusan kalimat yang anggun, niat puasa Idul Adha terurai dengan gemilangnya:
“Nawaitu shauma yaumal ‘Idil Adha lillâhi ta‘âlâ.”
Begitu terungkap makna: “Dengan penuh niat, aku berpuasa sunnah di hari Raya Idul Adha karena Sang Pencipta Yang Mahaagung.”
Dengan kata-kata inilah, maka terhamparlah puasa Idul Adha yang terjalin, terserap oleh kerahmatan Allah SWT yang menyejukkan.
Manfaat berlimpah pun mengalir membanjiri puasa Idul Adha yang dirangkai indah ini, seperti sungai yang membelai mereka yang melangkah padanya:
Memeluk Allah dengan erat
Puasa, sebatang benang keibadatan yang mampu merentangkan keyakinan dan ketaqwaan di dalam diri manusia. Lewat jalannya puasa Idul Adha, seseorang bisa memperkukuhkan ikatan bersama Sang Pencipta, berpaut mesra kepada-Nya.
Menelusuri jejak Nabi Ibrahim
Puasa, bentuk ibadah yang merangkul peristiwa megah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS. Dalam hajat berpuasa ini, kaum Muslim mengikuti teladan yang ditinggalkan, memerankan kepatuhan kepada Allah SWT dengan syahdunya.
Menghapus jejak dosa-dosa
Di dalam wadah puasa, terdapat barakah luhur. Dalam hadis terdengar bagaikan seruling, bahwa puasa Arafah mampu menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dengan meniti puasa, jalan penjernihan diri dari kekeliruan diraih, dan pengampunan Allah SWT diraih pula.
Menyambut kebersamaan umat Muslim
Puasa Idul Adha, gemulai dilakukan oleh kaum Muslim di segala belahan dunia. Di sinilah kemanunggalan dirasakan, simpul kebersamaan menjadi kuat ketika menjalankan ibadah bersama pada saat yang sama. Persaudaraan dan solidaritas antara kaum Muslim pun merengkuh.
Mencium harum syukur dan kemanusiaan
Idul Adha, merahnya hari raya kurban, di mana umat Muslim memercikkan pengorbanan melalui penyembelihan hewan kurban, tanda syukur yang tertulis dengan jelas kepada Allah SWT. Idul Adha, mengajak seseorang merasakan semerbaknya makna syukur, pengorbanan, dan kemanusiaan yang terjalin dalam ibadah kurban ini.
Demikianlah rangkaian manfaat puasa Idul Adha yang menjulang indah bagi siapa yang mendamba melakukannya. Melalui puasa ini, cahaya pahala diujudkan, menjadikan ikatan yang erat dengan Allah, mengikuti alunan langkah para nabi, serta menepuk persaudaraan dengan umat Muslim dalam perjalanan ibadah yang memancar berkah.







































































Discussion about this post