• Home
  • Jawa Barat
  • Religi
  • Parlementaria
  • Karawang
  • Politik
  • Peristiwa
  • Artikel
  • Ragam
  • Nasional
  • Pemerintah
Portal Jabar - Gerbang Informasi Jawa Barat
  • Home
  • Jawa Barat
  • Religi
  • Parlementaria
  • Karawang
  • Politik
  • Peristiwa
  • Artikel
  • Ragam
  • Nasional
  • Pemerintah
No Result
View All Result
  • Home
  • Jawa Barat
  • Religi
  • Parlementaria
  • Karawang
  • Politik
  • Peristiwa
  • Artikel
  • Ragam
  • Nasional
  • Pemerintah
No Result
View All Result
Portal Jabar - Gerbang Informasi Jawa Barat
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Skema Tambak Udang Terobosan Menteri Trenggono Berbasis Ekonomi Biru

Dina Marlina by Dina Marlina
September 2, 2021
in Ekonomi
0
Skema Tambak Udang Terobosan Menteri Trenggono Berbasis Ekonomi Biru
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PORTALJABAR - Kelautan dan Perikanan akan membangun tambak udang berbasis kawasan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dengan mengusung konsep ekonomi biru yang mempertimbangkan aspek ekologi tak semata ekonomi.

Strategi tambak udang yang digagas Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berbasis ekonomi biru ini sebagai salah satu upaya mencapai target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton/tahun pada 2024.

“Kami sangat supporting pembangunan kawasan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen. Yang tidak kalah penting ada (pertimbangan) ekologi atau ekosistem dan lingkungan di kawasan tambak itu sendiri,” ujar Ketua Shrimp Club (SCI) Jawa Tengah Ilham Priyanto dalam dialog Bincang Bahari KKP berjudul Terobosan Kuasai Pasar Udang Dunia yang berlangsung secara daring, Kamis (2/9/2021).

Pertimbangan ekologi yang berimbas pada kesehatan ekosistem tambak udang menurut Ilham merupakan kunci sukses kegiatan budidaya bisa berjalan dalam kurun waktu yang panjang (kontinuitas). Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyerapan tenaga kerja dan kelestarian lingkungan dari program tersebut bisa dicapai.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Yudi Nurul Ihsan mengatakan, perlunya komitmen dan kefokusan dalam mengimplementasikan tambak udang berbasis kawasan. Bila berhasil, tambak udang berbasis kawasan di Kebumen akan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Dengan modal fokus, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, Yudi bahkan optimis Indonesia bisa menjadi salah satu negara penghasil udang budidaya terbesar di dunia. Sebab Indonesia memiliki potensi sumber daya yang sangat besar dan peluang penyerapan udang di pasar dunia juga sangat tinggi.

“Kalau kita belajar dari Vietnam, sesungguhnya keberhasilan mereka, mereka itu fokus. Padahal akhir tahun 70an atau awal 80an, mereka belajar ke kita. Belajar budidaya, memijahkan ikan, dan Jawa Barat menjadi salah satu tempat mereka belajar ikan, budaya, etika, dan belajar segala macam. Kefokusan mereka menghasilkan sebuah hasil yang luar biasa di sektor kelautan dan perikanan,” ungkapnya.

Chief of Staff eFishery Chrisna Aditya mengakui ilmu pengetahuan dan teknologi sangat diperlukan dalam menjalankan kegiatan budidaya yang sesuai dengan prinsip ekonomi biru.

“Dengan ilmu kita bisa melakukan improvisasi. Kalau tidak, kita hanya mengeksploitasi alam. Kalau kita tidak menggunakan ilmu yang tepat, yang bijak, kita tidak bisa memanfaatkan potensi ini dalam jangka waktu yang lama, sehingga anak cucu kita tidak bisa merasakan apa yang kita rasakan,” urai Chrisna.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menerangkan, pertimbangan ekologi jugalah yang menjadi salah satu alasan pihaknya menyambut baik rencana pembangunan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen. Sebab konsep pembangunan yang disodorkan KKP sesuai dengan prinsip lingkungan yang selama ini pihaknya terapkan.

Sebagai wujud upaya pelestarian lingkungan, beberapa kegiatan konservasi telah berjalan di Kebumen, seperti konservasi penyu dan kawasan mangrove di wilayah pesisir.

Bahkan menurutnya, keberadaan kawasan tambak udang berbasis kawasan nantinya dapat menjadi contoh bagi masyarakat yang ingin melakukan kegiatan budidaya sesuai dengan standar, sehingga tidak mencemari lingkungan. Kemudian menjadi contoh juga dari sisi manajemen usaha.

“Ini satu keberpihakan untuk masyarakat Kebumen. Dari sisi bisnis ini menjadi percontohan yang baik. Kemudian masyarakat yang akan membuka lahan tambak, bisa sesuai dengan standar yang benar. Kalau selama ini mungkin langsung masuk ke sungai sehingga bisa mencemari dan merusak lingkungan. Inikan memprihatinkan,” terangnya.

Sementara itu Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu menjelaskan, pembangunan kawasan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen merupakan implementasi dari salah satu program terobosan KKP periode 2021-2024. Yakni pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung oleh riset kelautan dan perikanan.

“Sesuai program tersebut kita itu harus ada dukungan riset. Jadi pendekatannya scientific base. Dasarnya apa, salah satunya kita harus belajar dari kondisi eksisting,” ungkap Tebe -sapaan Tb Heru Rahayu.

Pembangunan fisik tambak udang berbasis kawasan di Kebuman akan dilakukan tahun depan menggunakan dana APBN. Kawasan tambak udang akan dilengkapi infrastruktur utama meliputi petak produksi, tandon, water intake, saluran outlet, IPAL, laboratorium, hingga jalan produksi.

Tebe juga memastikan penyerapan tenaga kerja lokal diutamakan untuk mendukung pembangunan termasuk operasional tambak udang berbasis kawasan di Kebumen.

“Jangan sampai kami membangun sesuatu di Kebumen tapi masyarakat hanya menjadi penonton. Ini menyalahi. Tapi kami mohon juga sama Pak Bupati untuk menyiapkan SDM yang sesuai,” pungkas Tebe.

Selain tambak udang berbasis kawasan, KKP di bawah nakhoda Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memiliki terobosan lain untuk menggenjot produktivitas udang nasional untuk mencapai target 2 juta ton per tahun pada 2024.

Terobosan lainnya meliputi pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi dengan skala yang lebih besar dari kawasan tambak udang berbasis kawasan, lalu melakukan revitalisasi tambak udang tradisional sehingga produktivitas yang tadinya 0,6 ton per hektare menjadi 2 ton per hektare.

Sumber: merdeka.com

Previous Post

Menko Airlangga: Wanita Pengusaha yang Tangguh Percepat Pemulihan Ekonomi

Next Post

Aksi Ugal-ugalan Diduga Aparat Penegak Hukum di Garut Tewaskan Satu Warga

Dina Marlina

Dina Marlina

Next Post
Aksi Ugal-ugalan Diduga Aparat Penegak Hukum di Garut Tewaskan Satu Warga

Aksi Ugal-ugalan Diduga Aparat Penegak Hukum di Garut Tewaskan Satu Warga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Biodata dan Agama Wanda Hara, Fashion Stylish Artis Tanah Air dari Nagita Slavina hingga Chelsea Islan

Biodata dan Agama Wanda Hara, Fashion Stylish Artis Tanah Air dari Nagita Slavina hingga Chelsea Islan

Juli 10, 2021
Tenggak Miras, Tiga Warga Desa Telukbango Kecamatan Batujaya Meninggal Dunia Dan Satu Orang Kritis

Tenggak Miras, Tiga Warga Desa Telukbango Kecamatan Batujaya Meninggal Dunia Dan Satu Orang Kritis

September 27, 2021
5 Game Slot Penghasil Saldo Dana Tercepat, Dijamin WD!

Rekomendasi 5 Game Slot Penghasil Saldo Dana Tercepat, Dijamin WD!

Juni 20, 2023
Hari Jadi ke-531 Majalengka Digelar Sederhana Imbas Pandemi Corona

Hari Jadi ke-531 Majalengka Digelar Sederhana Imbas Pandemi Corona

Juni 12, 2021
Abdy Yuhana Komitmen Dorong Industri Kreatif Rakyat

Abdy Yuhana Komitmen Dorong Industri Kreatif Rakyat

2
Konflik Papua Tak Kunjung Usai, TB Hasanuddin: Panglima TNI Berikutnya Harus Paham Operasi Teritorial

TB Hasanuddin Soroti Pengerahan BIN Untuk Program Vaksinasi

1
Idul Adha Momentum Bangun Peduli sesama, Jaswita Jabar Berbagi dengan Masyarakat Sekitar

Idul Adha Momentum Bangun Peduli sesama, Jaswita Jabar Berbagi dengan Masyarakat Sekitar

1
Abdy Yuhana Mendengar dan Berbagi Bersama Masyarakat

Abdy Yuhana Mendengar dan Berbagi Bersama Masyarakat

1
Kajati Jabar Sampaikan Capaian Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2024

Kajati Jabar Sampaikan Capaian Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2024

Juli 19, 2024
Diduga, CV HARIANG KENCANA Kerjakan Normalisasi Drainase Jalan Syehquro Tidak Sesuai RAB

Diduga, CV HARIANG KENCANA Kerjakan Normalisasi Drainase Jalan Syehquro Tidak Sesuai RAB

Juli 18, 2024
Yoshinoya Restoran Beef Bowl Asal Jepang Hadir di Cimahi, Pastikan 100 Persen Halal

Yoshinoya Restoran Beef Bowl Asal Jepang Hadir di Cimahi, Pastikan 100 Persen Halal

Juli 18, 2024
Kejati Jabar Gelar Sidang Permohonan Perwalian Anak dan Launching Aplikasi Sistem Informasi Perwalian Anak

Kejati Jabar Gelar Sidang Permohonan Perwalian Anak dan Launching Aplikasi Sistem Informasi Perwalian Anak

Juli 18, 2024

Recent News

Kajati Jabar Sampaikan Capaian Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2024

Kajati Jabar Sampaikan Capaian Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2024

Juli 19, 2024
Diduga, CV HARIANG KENCANA Kerjakan Normalisasi Drainase Jalan Syehquro Tidak Sesuai RAB

Diduga, CV HARIANG KENCANA Kerjakan Normalisasi Drainase Jalan Syehquro Tidak Sesuai RAB

Juli 18, 2024
Yoshinoya Restoran Beef Bowl Asal Jepang Hadir di Cimahi, Pastikan 100 Persen Halal

Yoshinoya Restoran Beef Bowl Asal Jepang Hadir di Cimahi, Pastikan 100 Persen Halal

Juli 18, 2024
Kejati Jabar Gelar Sidang Permohonan Perwalian Anak dan Launching Aplikasi Sistem Informasi Perwalian Anak

Kejati Jabar Gelar Sidang Permohonan Perwalian Anak dan Launching Aplikasi Sistem Informasi Perwalian Anak

Juli 18, 2024
Portal Jabar

Kami adalah sumber informasi terkini, inspirasi, dan interaksi. Kami berkomitmen untuk menyajikan konten berkualitas tinggi yang mengedukasi dan menginspirasi.

Follow Us

Recent News

Kajati Jabar Sampaikan Capaian Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2024

Kajati Jabar Sampaikan Capaian Kinerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Tahun 2024

Juli 19, 2024
Diduga, CV HARIANG KENCANA Kerjakan Normalisasi Drainase Jalan Syehquro Tidak Sesuai RAB

Diduga, CV HARIANG KENCANA Kerjakan Normalisasi Drainase Jalan Syehquro Tidak Sesuai RAB

Juli 18, 2024
  • Home
  • Jawa Barat
  • Religi
  • Parlementaria
  • Karawang
  • Politik
  • Peristiwa
  • Artikel
  • Ragam
  • Nasional
  • Pemerintah

© 2024 Portal Jabar - PT Portal Wijaya Kusumah.

No Result
View All Result
  • Home
  • Jawa Barat
  • Religi
  • Parlementaria
  • Karawang
  • Politik
  • Peristiwa
  • Artikel
  • Ragam
  • Nasional
  • Pemerintah

© 2024 Portal Jabar - PT Portal Wijaya Kusumah.