PORTALJABAR - Akibat kurangnya pengawasan dari Dinas terkait, beberapa pekerjaan Penurapan yang asal jadi dan diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), salah satunya Penurapan Saluran Irigasi Dusun Telukbuyung RT 004 RW 002 Desa Telukbuyung Kecamatan Pakisjaya, Ketua LSM Lidik Karawang meminta kepada kepala dinas PUPR Kabupaten Karawang untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala Bidang SDA dan pengawas di lapangan.
“Pengawasan Dinas PUPR Karawang dalam beberapa pengerjaan Penurapan, saya perhatikan mereka bekerja di balik meja saja. Saya balik bertanya, apakah kegiatan kemarin pendidikan pelatihan untuk para tukang yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah kalau hasil investigasi LSM Lidik tidak ada kemajuan tukang tukang dalam pekerjaan. Pembangunan penurapan memasang batu pondasi di atas lumpur apakah itu hasil pelatihan,” cetus Suhanta selaku ketua LSM Lidik Karawang. Minggu (12/11)
Lanjutnya, dari hasil investigasi tim LSM Lidik Karawang di beberapa titik pekerjaan Penurapan yang dikerjakan oleh pelaksana dengan asal jadi dan diduga sangat tidak sesuai spesifikasi dan RAB. Dengan banyak temuan tersebut, LSM Lidik terus mengumpulkan data-data yang nantinya akan di laporkan kepihak Aparat penegak hukum.
“Hasil investigasi, lebih dari 10 titik pekerjaan bidang SDA PUPR Karawang akan saya dorong ke APH,” tandasnya.
Sebelumnya, pengawas lapangan, Asep dan Plt kepala bidang SDA PUPR Karawang Rabudi yang tidak mau berkomentar perihal pekerjaan Penurapan yang asal jadi dan diduga tidak sesuai RAB.
Perlu diketahui, pada pelaksanaan pekerjaan Penurapan yang dikerjakan oleh CV HAMASAT PRIMA, pemasangan batu belah pondasi bangunan hanya ditancapkan di lumpur yang digenangi air. Pemasangan kisdam, air tidak dikeringkan. Dalam papan informasi tidak mencantumkan volume pekerjaan dan diduga nomor SPK pekerjaan di kosongkan serta ada kesalahan bidang. (wins)


































































Discussion about this post