KOTA BANDUNG,- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Andhika Surya Gumilar menaruh perhatian besar pada dunia Pendidikan.
Menurutnya, ada beberapa masalah yang menjadi hiliight, yakni masalah akses, kualitas, dan infrastruktur, serta kurangnya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, Saya berharap bahwa kita semua bisa berkomitmen untuk meminimalisir dan mengatasi bottle neck yang ada. Mari kita putus siklus kemiskinan dan kebodohan generasi penerus kita,” kata Andhika.
Sektor pendidikan masih menjadi perhatian pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena pendidikan di provinsi ini masih cukup tertinggal.
Hal ini berdasarkan data bahwa rata-rata lama sekolah masyarakat Jawa Barat tidak lebih dari 9 tahun.
Atau dapat dikatakan bahwa rata-rata usia pendidikan masyarakat Jawa Barat hanya sampai sekolah menengah pertama (SMP).
Ini juga terlihat dari data BPS tahun 2023 yang menyebutkan jumlah pekerja terbanyak adalah lulusan Sekolah Dasar (SD).
Dari total 23.503.598 jumlah pekerja di Jabar, sebanyak 8.883.522 pekerja merupakan tamatan SD, dan sebanyak 4.229.552 pekerja tamatan SMP, serta 7.052.435 pekerja tamatan SMA, dan pekerja lulusan Perguruan Tinggi menyumbang angka lebih kecil yakni 2.888.089 orang.
Dari data ini bisa dikatakan bahwa jumlah pendudukan yang hanya lulusan SD dan SMP masih cukup banyak, sementara lulusan Perguruan Tinggi jumlahnya masih rendah.
Pemprov Jabar telah menetapkan wajib belajar 12 tahun dan diharapkan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena pentingnya sekolah lebih tinggi juga untuk mendukung kualitas sumber daya manusia (SDM). (adv)







