CIAMIS,- Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Bedi Budiman menghadiri penandatanganan “Deklarasi Anti Hoaks” (Semarak Literasi Digital) di Ciamis, Sabtu (15/7)
Kegiatan ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Priangan Timur seperti Ciamis, Banjar dan Pangandaran.
“Hoaks itu fitnah atau berita bohong yang dibuat oleh orang yang cerdas. Dan kemudian konten hoaks disebar melalui beragam media sosial. Kemudian oleh masyarakat yang awam, konten hoaks disebar tanpa disaring lebih dulu,” ujar Bedi Budiman.
Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan menjelang tahun politik ini, hoaks menjadi isu relevan untuk dibahas, agar masyarakat secara luas bisa mengantisipasi meluasnya penyebaran hoaks.
“Setidaknya ada tiga maksud yang ingin dicapai oleh penyebar hoaks,” tutur dia.
Misalnya, hoaks yang dibuat tim sukses sebagai propoganda calon yang diusungnya atau mendiskreditkan calon lain, bisa juga hoaks yang disebar tidak berkaitan dengan tim pemenangan dengan tujuan untuk adu domba.
Ada juga hoaks yang bertujuan untuk meningkat hit, atas pertimbangan keuntungan secara finansial. Seperti yang terjadi dalam kasus tenda sakinah saat musibah gempa Cianjur beberapa waktu lalu.
Kemudian, kata dia, ada juga berita hoaks yang membuat warga satu kampung bedol desa karena berita hoaks.
“Hoaks itu adalah kebohongan, fitnah. Tidak ada sisi positifnya, jadi harus diperangi,” pungkasnya. (*)














































































Discussion about this post