Karyamulya, KKN UNSIKA – Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu program pengabdian kepada masyarakat desa yang dilakukan pada tingkat atau semester 7 (tujuh) dalam strata 1 (satu). Kegiatan KKN dilakukan dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kurun waktu kurang lebih 4 bulan dengan mamadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa KKN UNSIKA kelompok 7 dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Yousef Bani Ahmad, S.S., M.Hum, dan H Alek Sukardi, SH selaku Kepala Desa Karyamulya menggelar beberapa kegiatan pengembangan life skill dan kegiatan dalam sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya kepada masyarakat Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya. Kegiatan pertama yaitu berpartisipasi dalam program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) yang dicanangkan oleh Kemenkes RI dengan tujuan memenuhi cakupan imunisasi rutin anak dan menutup kesenjangan imunitas anak. BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) adalah pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. Selain BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional), Posyandu Desa Karyamulya juga menyelenggarakan vaksin Covid-19 selama 4 hari berturut-turut 2-5 Agustus 2022.
Dalam memperingati bulan dan hari kemerdekaan RI, mahasiswa UNSIKA bersama Kepala Desa Karyamulya, H. Alek Sukardi, SH menggelar beberapa perlombaan guna membangkitkan semangat juang di kalangan masyarakat Desa Karyamulya, diantaranya adalah perlombaan bola voli, badminton, karaoke, cerdas cermat, dan adzan.
Kegiatan lainnya yaitu Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat Sekolah Dasar (SD)/ MI. LCC diikuti oleh seluruh Sekolah Dasar di Desa Karyamulya dengan ketentuan masing-masing sekolah mengirim 2 kelompok yang berisi 3 orang anak kelas 5-6 untuk berlomba di balai Desa Karyamulya. Adapun sosialisasi dalam kegiatan ini para mahasiswa mendatangi setiap sekolah dengan menyisipkan materi pendidikan karakter dan menanam nilai-nilai kemerdekaan dan pancasila. Perlombaan yang terakhir adalah lomba Adzan, tidak jauh berbeda dengan LCC, lomba adzan sendiri diikuti seluruh Sekolah Dasar (SD) dan MI dengan ketentuan masing-masing sekolah mengirim 1 perwakilanya untuk berlomba di balai Desa Karyamulya. Sanjungan dan pujian terus diutarakan Kepala Desa Karyamulya atas kinerja dan partisipasi dalam mensukseskan Perlombaan 17 Agustusan. “Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa karena dalam proses pengabdiannya mampu mensukseskan acara kita ini,” ujarnya.
Kegiatan selanjutnya adalah pembuatan NIB untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Desa Karyamulya. Dalam bidang ekonomi, Fakhri Azizi dalam forum menegaskan, “pembuatan NIB akan sangat membawa dampak positif bagi para pelaku usaha. Oleh karena itu rangkul sebanyak-banyaknya pelaku usaha dalam pembuatan NIB.” Mahasiswa mengusung pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) yaitu identitas pemilik usaha yang dikeluarkan oleh lembaga OSS untuk para pelaku usaha yang mendaftarkannya melalui situs OSS.
Terdapat 2 (dua) UMKM yang membuat NIB, yaitu UMKM jamur dan UMKM keripik pisang. Pembuatan UMKM dilakukan secara online melalui situs www.oss.go.id dengan persyaratan berupa, NIK, NPWP, alamat email, dan nomor telepon. Kegiatan ini bertujuan agar para pelaku usaha di Desa Karyamulya memiliki identitas terkait usaha yang mereka jalankan. Selain itu, manfaat dari kepemilikan NIB diantaranya adalah adanya kemudahan legalitas perusahaan serta kemudahan mendapatkan dokumen lainya seperti NPWP badan atau perorangan, Surat Pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), SIUP, dan notifikasi kelayakan mendapatkan fasilitas fiskal. “salah satu tujuan mahasiswa adalah mengabdi dan membuat perubahan baik dalam sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial budaya,” tambahnya.
Dalam bidang pendidikan selain sosialisasi kepada anak Sekolah Dasar, kegiatan KKN bidang pendidikan berfokus pada Seminar Public Speaking yang diselenggarakan dengan dua metode yaitu luring dan daring. Metode luring, seminar public speaking berfokus kepada guru-guru atau tenaga pengajar yang ada di Desa Karyamulya dan sekitarnya dan dilaksanakan di MTs Daarul Ma’arif Batujaya Karawang. Kegiatan ini bertujuan untuk menigkatkan kemampuan public speaking bagi para guru baik dalam mengajar, kegiatan seremonial, maupun kegiatan-kergiatan formal lainya. Metode kedua yaitu daring, tidak jauh berbeda dengan metode luring kegiatan inipun berfokus kepada pelatihan public speaking dan yang membedakan hanyalah sasaran pesertanya. Kegiatan pelatihan public speaking secara online diselenggarakan dan diikuti oleh mahasiswa dengan peserta para guru pondok pesantren yang ada di Karawang. Mengingat pentingnya kegiatan ini jumlah peserta secara keseluruhan mencapai puluhan orang. Artinya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan memiliki nilai yang sangat tinggi, seperti yang diucapkan oleh Yousef Bani Ahmad, S.S., M.Hum dalam penjelasannya, “public speaking itu bukan hanya untuk leader, owner, dan pimpinan melainkan berguna untuk seluruh kalangan masyarakat dan dalam berbagai bidang.”
Karena dalam hal ini menyangkut tindakan persuasi terhadap orang lain. Dalam peningkatannya, diperlukan pelatihan khusus yaitu teknik 3V, visual, voice, dan verbal, tambahnya. Dampak pelatihan ini sangat memberikan arti dan manfaat yang besar bagi para guru juga mahasiswa dalam meningkatkan kemampuannya berkomunikasi di depan umum.













