PORTAL JABAR,- Beberapa orang mengatakan bahwa kebahagiaan diperoleh dari kesuksesan yang dicapai dalam berbagai bidang kehidupan. Sebaliknya, menurut Shawn Anchor dalam bukunya The Happiness Advantage mengatakan bahwa kebahagiaan yang menghasilkan kesuksesan. Kebanyakan orang menghabiskan setengah dari jam bangun mereka di tempat kerja, hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja sangat penting, dan penting bahwa pekerjaan itu memuaskan. Menciptakan psikologi positif di lingkungan kerja menjadi krusial untuk memiliki karyawan yang sehat dan bahagia. Karyawan yang bahagia penting bagi organisasi karena mereka terlibat dan termotivasi, bersemangat untuk bekerja setiap hari, dan menyebarkan energi positif ke seluruh lingkungan kerja.
Menurut survei yang dilakukan oleh meQuilibrium antara Desember 2020 dan Juli 2021, karyawan yang melaporkan peningkatan burnout mencapai 21%, peningkatan gejala stress fisik mencapai 17%, serta tantangan keseimbangan kehidupan kerja dan stress kerja secara kesuluruhan. Sedangkan di Amerika, banyak perusahaan yang mengeluhkan karyawan yang tidak fokus ketika bekerja sehingga menghasilkan kualitas kerja yang buruk. Sejalan dengan penelitian yang di lakukan di AS membuktikan hanya 29% karyawan Enganged hal ini disampaikan oleh Arnold Bekker, ahli Psikologi Industri dan Organisasi dari Erasmus University Rotterdam.
Penyebab karyawan tidak Enganged karena mereka tidak memiliki Positivity (kebahagiaan) sehingga melihat pekerjaan hanya setumpuk tugas dan kewajiban yang cenderung negatif bagi dirinya.
Psikologi positif dapat menjadi kontributor yang signifikan bagi kebahagiaan karyawan di tempat kerja, berfokus pada apa yang membuat hidup paling berharga untuk dijalani, membangun kehidupan yang bahagia, bermakna, dan terarah dengan aspek positif, kekuatan individu, dan potensi. Menerapkan psikologi positif di tempat kerja adalah membangun lingkungan kerja positif dan sehat yang menyenangkan, produktif, dan menarik. Menerapkan psikologi positif menjadi alat yang ampuh untuk membantu karyawan berkembang dan melakukan yang terbaik, mendorong karyawan kreatif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi, secara langsung berkontribusi bagi kesuksesan organisasi. Hal ini didukung oleh studi University of Oxford menunjukkan bahwa karyawan yang bahagia mencapai 13% lebih produktif. Maka organisasi bisa menerapkan science of happiness untuk memperbaiki situasi dan menghasilkan tenaga kerja yang puas, efisien, dan berkinerja tinggi.
Menciptakan keadaan bahagia di tempat kerja adalah tentang mengendalikan sikap dan pilihan kita. Karyawan, manajer, dan pemimpin, semuanya memiliki peran dalam keadaan bahagia di tempat kerja. Penting bagi mereka untuk mengatasi masalah kesehatan di tempat kerja dan menerapkan langkah-langkah untuk mendukung karyawan dengan lebih baik dan melakukan intervensi seperlunya. Salah satu solusi menggunakan model PERMA yang dikembangkan oleh Martin Seligman dengan mengidentifikasi lima elemen penting kesejahteraan psikologis yaitu Positive Emotions, Engagement, Relationship, Meaning, Accomplisment. Model PERMA adalah cara terbaik untuk mengukur seberapa optimal seseorang berkembang dalam hidup hingga menuju keadaan flourishing, yaitu kesejahteraan maksimal. Seseorang akan mencapai flourishing apabila memiliki ke lima elemen tersebut, yakni memiliki kualitas emosi positif yang baik dan seimbang, keterlibatan, relasi positif dengan orang lain, hidup yang bermakna bagi diri dan sesama, serta memiliki pencapaian. Dengan mengikuti model PERMA, organisasi dapat menciptakan tenaga kerja yang terlibat dan termotivasi yang merupakan kekuatan positif untuk kebahagiaan di seluruh organisasi.
Karyawan yang memiliki emosi positif cenderung lebih produktif, memiliki keterampilan pemecahan masalah yang baik dan mahir dalam kerja sama tim. Kebahagiaan dapat dirangsang dengan mengungkapkan penghargaan dan bersyukur. Ketika karyawan sangat terlibat dengan pekerjaan, mereka dapat memasuki keadaan produktivitas puncak atau flow, dimana seseorang terserap dan begitu fokus pada pekerjaan hingga kehilangan waktu. Mereka akan merasakan pencapaian yang meningkatkan motivasi dan kepuasan. Selain itu, memiliki hubungan yang positif, merasa terhubung, didukung, dan dihargai oleh orang lain dan organisasi memungkinkan membangun pendukung yang sehat dan berperan di masa stress dan kesulitan. Contohnya makan siang bersama atau menyertai obrolan santai setelah rapat. Pekerjaan lebih bermakna ketika karyawan dapat melihat bagaimana upaya mereka berdampak pada orang lain atau bisnis. Sebagai pengusaha penting untuk membantu karyawan merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu penting dan bermanfaat. Mengakui dan merayakan pencapaian adalah cara yang bagus untuk menujukkan kepada karyawan bahwa organisasi menghargai kerja keras dan kontribusi mereka, hal ini dapat membangun hubungan positif. Serta penetapan tujuan dan pencapaian itu penting, karyawan harus menikmati prosesnya. Penghargaan adalah komponen penting. Imbalan menjadi kebahagiaan, motivasi, dan produktivitas. Organisasi dapat memberikan kompensasi dan hari libur, sementara itu karyawan juga dapat meluangkan waktu istirahat dengan berjalan-jalan, atau meminum kopi bersama rekan kerja.
PENULIS: Rifa Shaumi Noviani (1216000174)
Sumber
- Khaw, D., & Kern, M. (2014). A cross-cultural comparison of the PERMA model of well-being. Undergraduate Journal of Psychology at Berkeley, University of California, 8(1), 10-23.












































































Discussion about this post