PORTAL JABAR,- Adakalanya kita bertemu dengan seseorang yang periang, tak pernah mengeluh, bahkan tak sedikit pun melihatnya bersedih. Individu lain dapat beranggapan bahwa orang tersebut tak memiliki masalah dan hidupnya hanya dikelilingi dengan kebahagiaan. Di sisi lain, kita juga seringkali menemukan individu yang dengan mudahnya mendapatkan kebahagiaan dari hal-hal sederhana, seperti berkumpul dengan keluarga, menyantap makanan kesukaan, atau sekedar menonton film dengan kekasih. Pada dasarnya, ada banyak hal yang dapat membuat individu itu bahagia. Lantas, apa sebenarnya kebahagiaan itu?
Secara sederhana, kebahagiaan itu adalah salah satu aspek psikologis yang dirasakan oleh individu saat melakukan atau mendapat sesuatu yang diinginkannya. Sebenarnya, Filsuf Yunani Kuno, Aristoteles telah membahas lebih dulu bahwa kebahagiaan merupakan tujuan utama kehidupan manusia dan bahagia itu tergantung pada diri setiap individunya. Hal tersebut selaras dengan Martin Seligman, bapak Psikologi Positif yang menyatakan bahwa kebahagiaan terdiri dari tiga jenis yaitu, kehidupan yang disertai dengan kesenangan, kehidupan yang dimanfaatkan untuk berbuat baik, dan kehidupan yang memiliki makna.
Mari kita telaah satu persatu, jika kita hanya bertumpu pada kehidupan yang menyenangkan, maka kebahagiaan itu hanya akan terasa sementara. Begitu pula jika hanya melakukan kebaikan, tetapi tidak menemukan makna di balik semua hal yang kita lakukan tersebut. Alangkah lebih baiknya jika tiga jenis kebahagiaan itu seimbang satu sama lainnya. Kita dapat melakukan suatu kebajikan kepada orang lain bahkan diri sendiri dan memaknainya sehingga muncullah rasa kesenangan dan kepuasan.
Hal tersebut berkaitan dengan kalimat yang sudah tak asing kita dengar yaitu “bahagia itu kita yang ciptakan”. Memang benar adanya, bahagia itu kita yang buat, kita yang temukan dengan usaha yang dilakukan karena diri ini tidak bisa mengandalkan orang lain agar dapat membuat kita selalu bahagia. Bahagia juga dapat dimulai dari mindset kita sendiri, apabila kita memandang sesuatu secara lebih positif dan memberikan makna terhadapnya maka bahagia pun akan menyertai. Tak menutup kemungkinan juga jika bahagia yang dirasakan itu berasal dari materi, seperti harta dan kekayaan yang dimiliki. Namun, kebahagiaan tersebut pun dapat dikatakan hanya sementara karena masih banyak ditemukan juga individu dengan kekayaan yang melimpah, tetapi tidak dapat merasakan kebahagiaan.
Berbicara mengenai kebahagiaan yang memang bergantung pada setiap diri individunya, Sonja Lyubomirsky telah membahasnya dalam buku yang berjudul The How of Happiness: A Scientific Approach to Getting the Life You Want. Dalam bukunya tersebut, Sonja membahas bahwa kebahagiaan lebih banyak didapatkan dari usaha yang kita lakukan sendiri. Beliau merepresentasikan kebahagiaan dengan pie chart yang dibagi ke dalam 3 determinan, terdiri dari 50%, 10%, dan 40%. 50% kebahagiaan yang dimiliki individu didasarkan pada genetik atau dikenal dengan istilah set point, 10% kebahagiaan lainnya didapatkan dari circumstances atau lingkungan sekitar kita. Lalu, 40% sisanya berkaitan dengan perilaku individu tersebut atau intentional activity.
Nyatanya individu memang sudah bahagia secara genetik, tetapi itu baru separuh dari kebahagiaan seutuhnya. Maka, lingkungan pun berpartisipasi untuk meningkatkan kebahagiaan individu, tetapi masih tersisa 40% lagi kebahagiaan yang kosong sehingga bagian tersebut diserahkan kepada individu untuk diisinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna. Tak hanya itu, usaha dan hal yang dilakukan individu untuk meraih kebahagiannya itu merupakan salah satu tanda bahwa individu tersebut mulai berusaha mencintai dirinya sendiri. Pada dasarnya, mencintai diri sendiri itu sangatlah sulit, tapi itulah tantangannya. Dengan demikian, buat dan temukan kebahagiaan diri masing-masing untuk memulai mencintai diri sendiri.
Penulis: Shafitri Widya Iswara
Referensi:
- Rusdiana, I. (2017). Konsep Authentic Happines pada Remaja dalam Perspektif Teori Myers. Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasi Sains, 2(1), 35-44.
- Lyubomirsky, S. (2007). The How of Happiness: A Scientific Approach to Getting the Life You Want. New York: The Penguin Press.












































































Discussion about this post