PORTALJABAR,- Walau angka penyebaran virus Covid-19 terus menunjukan penurunan, dampak dari pandemi Covid-19 masih terasa di lapisan masyarakat bawah.
Berdasar data aduan yang diterima Organisasi kemanusiaan Jabar Quick Response (JQR), banyak warga yang masih membutuhkan bantuan.
Sebagai bagian dari solusi, JQR menggandeng WeCare.id untuk menyebarkan bantuan berupa 1000 paket nasi, 32 paket isoman dan 200 paket sembako di Bandung Raya.
Ketua Umum JQR Bambang Trenggono menjelaskan, sesuai amanat dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, JQR terus membantu warga Jawa Barat yang ditimpa kemalangan.
“Biarpun tidak seramai ketika bulan-bulan sebelumnya aduan mengenai dampak covid masih berdatangan kepada JQR melaui medsos dan website kami, jadi dampak dari pendemi ini masih terasa,” Jelas Bambang , Kamis (4/11).
Bambang menerangkan dalam proses distribusi bantuan dilaksanakan oleh Bikers Brotherhood 1% MC West Java Chapter(BB1%). Menurutnya masalah kemanusiaan di Jawa Barat tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah tapi juga dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak.
“Selama tujuannya untuk kemanusiaan kami terbuka untuk bekerjasama,”ujarnya.
Founder WeCare.id Gigih Septiano menuturkan, pihaknya sangat antusias berkolaborasi dengan JQR. Pasalnya, JQR memiliki data yang lengkap serta tepat sasaran.
“Bantuan yang diberikan betul-betul ke pihak dan orang yang tepat, sesuai dengan sasaran kita,”ucapnya.
Sementara itu, Vice President BB1%MC West Java Chapter Adi ‘Ochund’ Wijaya menerangkan, dalam waktu tiga hari telah berhasil mendistribusikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
“Kami Bikers juga ingin berkontribusi dan tidak tinggal diam melihat saudara-saudara kita yang tengah menghadapi kemalangan, sebisa mungkin kami bantu,”ucap Ochund.
Menurut Ochund, distribusi bantuan paket nasi dan sembako dilakukan ke delapan yayasan panti asuhan dan warga duafa di empat kecamatan Kota Bandung.
Sementara paket isoman diberikan kepada peserta didik sekolah yang terpapar Covid-19 ditengah bergulirnya pembelajaran tatap muka di Kota Bandung.
“Kami berkordinasi dengan pihak sekolah yang anak didiknya terpapar covid semoga jika telah dinyatakan sembuh, sekolah tersebut aman dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka,” tutup Ochund. (*)