PORTALJABAR, MAJALENGKA - Tahu dan tempe bagi sebagian orang mungkin tidak lebih dari sekadar teman nasi. Namun, di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tahu dan tempe bisa disulap menjadi jenis kuliner lain, termasuk kudapan.
Mahdi Surahman, perajin tahu tempe warga Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah yang telah menghadirkan dua jenis makanan itu dalam bentuk yang lain. Nugget, puding, hingga brownies adalah beberapa varian makanan dengan bahan baku tahu tempe.
Kehadiran kudapan berbahan baku tahu tempe ini berawal dari kebingungan warga lantaran Pandemi Covid yang menyerang desanya. Saat itu, produksi tahu tempe warga sempat tidak bisa dipasarkan karena desa itu bersatatus sebagai zona merah.
“Mei 2020 mulainya. Karena masa Pandemi, sampai Cisambeng zona merah kan. Tahu tempe kita nggak bisa keluar,” kata Mahdi.
Alih-alih prustasi, kondisi tersebut justru melecut semangat warga untuk berinovasi, menghadirkan produk lain dari tahu dan tempe. Kudapan, dipilih sebagai alternatif mereka di tengah-tengah kesulitan.
“Awalnya, kami mencoba berinovasi. Selanjutnya kami bekerja sama dengan UPI. Akhirnya ya hadir lag nugget, puding dan brownies ini,” kata dia.
“Ini bahannya dari tahu dan tempe yang sudah jadi, yang sudah siap makan,” tutur dia.
Kendati demikian, produk kudapan itu belum dijual secara bebas. Saat ini, pasar dari kudapan berbahan tahu dan tempe itu masih cukup terbatas.
“Belum dijual bebas. Untuk kekuatan sendiri, kalau di luar hanya satu hari. Tapi kalau di lemari es, bisa sampai 1 pekan,” ujar dia.
Sementara, produk tersebut muncul saat perwakilan Desa Cisambeng yang mempresentasikan di hadapan panelis saat penilaian desa mandiri tematik kreatif di Saung Eurih, Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka. Penilaian sendiri dilaksanakan selama empat hari sejak 27 sampai 30 Oktober.
Sumber: iNews.id








