Edan! Mau Bikin E-KTP, Warga Dipungli Ratusan Ribu

KARAWANG-Warga Desa Gempolkarya, Kecamatan Tirtajaya, dipungli hingga mencapai Rp250 ribu ketika ingin mengurus pembuatan E-KTP oleh salah satu aparatur desa. Padahal, pembuatan E-KTP oleh pemerintah digratiskan.

Seperti yang diungkap warga berinisial AH (55), seorang janda yang pekerjaan sehari-harinya hanya jadi kuli serabutan. Menurutnya, ketika anaknya ingin membuat E-KTP dimintai biaya sebesar Rp250 ribu, itu pun baru sekedar Surat Keterangan (Suket) saja. Begitu juga ketika ingin mengurus Kartu Keluarga (KK) dimintai sebesar Rp250 ribu.

"Untuk urus pembuatan E-KTP dan KK, anak saya dimintai Rp500 ribu. Karena gak ada uangnya, jadi hanya bikin E-KTP saja dulu," ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Gempolkarya, Acep Doyok, ketika dikonfirmasi dugaan pungli pembuatan E-KTP yang dilakukan anak buahnya, mengaku tidak mengetahuinya dan tidak pernah memerintahkan anak buahnya untuk minta biaya sebesar itu.

"Waduh, itu warga yang mana. Da kuring mah tara. Sok bejekeun (Saya mah gak pernah minta. Coba sebutkan siapa warga itu)," dalihnya.

Begitu pun Camat Tirtajaya, Agus Mufti, ketika dikonfirmasi Portaljabar.net, menegaskan, bila pembuatan E-KTP maupun KK gratis alias tidak dipungut biaya sepeser pun.

"Apabila ada aparatur desa yang meminta pembuatan E-KTP dengan sejumlah uang, tolong secepatnya memberitahukan ke pihak kami," tegasnya. (wins).

Tags:

Berita Terkait

Related News