Ini Alasan SMKN 1 Jayakerta Pungut Sejumlah Uang Kepada Ortu Siswa Baru

KARAWANG - Berbagai cara dilakukan oleh pihak sekolah untuk memungut uang kepada para siswa baru. Misalnya saja di SMKN 1 Jayakerta, Karawang.

Dari selebaran yang berhasil diterima portaljabar.net, SMKN 1 Jayakerta memungut biaya masuk sekolah diantaranya untuk Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) RP 1.500.000, iuran bulanan Rp150.000 per bulan, dan biaya pembelian seragam Rp1.250.000. Surat tersebut ditandatangani oleh Kepala SMKN 1 Jayakerta, Asep Akhmad Kahfi, pada 30 Juni 2018.

Kepala Sekolah SMKN 1 Jayakarta, Asep Akhmad Kahfi, membenarkan pihaknya memungut sejumlah uang kepada siswa baru. Dia berdalih, pungutan itu sudah disepakati oleh seluruh wali murid di sekolahnya.

"Sekolah membuat rencana anggaran kegiatan sekolah  (RAKS) dan dijabarkan, sedangkan bantuan dari pemerintah tidak mencukupi sehingga harus meminta ke orang tua wali murid," ujar Asep, kepada portaljabar.net, saat dihubungi, Selasa (17/7/2018).

Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan oleh sekolah untuk proses kegiatan belajar mengajar selama satu tahun kedepan sangat besar. Sehingga mau tidak mau wali murid dibebankan biaya untuk membantu lancarnya kegiatan belajar di SMKN 1 Jayakerta.

"Untuk kegiatan anak semua sekolah SMKN Negeri sekarang itu memungut dipersilahkan. Silahkan pihak dari media mengecek ke sekolah SMKN 1,2,3 dan seterusnya," ujar Asep.

Sementara itu, Enang Herdiana Yusuf, Staf Hubungan Industri, SMKN I Jayakarta mengakui adanya selembaran anggaran biaya pendidikan tersebut. "Memang pada saat PPDB online kemarin pihak sekolah memberikan selebaran kepada calon peserta terkait rencana anggaran biaya sebagai gambaran yang harus dibayar saat mereka masuk nanti," tuturnya.

 Enang Herdiana Yusuf

Menurutnya, pungutan ini sudah berdasarkan kesepakatan bersama seluruh sekolah sesuai hasil rapat kepala sekolah agar ada keseragaman dan disampaikan ke pihak guru. (wins/ega)

 

 

Tags:

Berita Terkait

Related News