Petani Di Majalengka Manfaatkan Delta Sungai Untuk Lahan Pertanian

MAJALENGKA - Musim kemarau yang mulai tiba, membuat sebagian aliran sungai mulai mengering dan menjadi daratan. Momen ini tidak disia siakan oleh sebagian warga yang tinggal di pinggiran sungai tersebut.

Seperti halnnya bantaran sungai Cikeuruh, memasuki musim kemarau ini aliran airnya dipastikan tidak nampak. Spontan saja warga disekitar sungai cikeuruh tersebut menjadikan bantaran sungainya untuk dijadikan lahan pertanian. Mereka menanam palawija seperti, kacang tanah, jagung, ubi jalar, singkong, kangkung dan jenis tanaman sayuran yang lainnya.

Menurut Wardi (54) warga Blok Putbar Desa Ligung Lor Kecamatan Ligung, setiap tahun memanfaatkan bantaran kali Cikeuruh untuk dijadikan lahan pertanian manakala musim kemarau tiba. Disamping gratis karena tidak membayar sewa garap, bantaran sungai tanahnya gembur sehingga cocok untuk tanaman jenis sayuran apapun dan jenis palawija.

Sebagai orang yang pas-pasan dan tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam, mengeringnya aliran sungai membawa berkah tersendiri bagi dirinya.

"Setiap tahun saya bersama istri rutin bercocok tanam di bantaran sungai Cikeuruh memanfaatkan lahan kosong ini. Disamping lahannya bagus untuk palawija, bantaran sungai ini juga gratis, setiap orang bebas bercocok tanam," tuturnya Jumat (03/08/2018).

Dijelaskannya, palawija yang ditanam di pinggiran sungai sebenarnya jenis apa saja tumbuh subur. Namun dirinya lebih memilih menanam palawija yang laku di pasaran seperti, kangkung, singkong, ubi jalar, kacang tanah dan bengkoang.

"Hasil dari bercocok tanam ini lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebagai orang yang tidak memiliki lahan pertanian, lahan kosong pinggiran sungai Cikeuruh ini adalah sebuah berkah untuk mencari nafkah," tuturnya dengan senyum penuh kegembiraan.

Hal serupa disampaikan warga yang lainnya Taryan, sungai mengering disebagian wilayah merupakan musibah, namun tidak dengan warga disini. Mereka justru memanfaatkan daratan sungai tersebut untuk dijadikan ajang mencari rezki.

Kemarau panjang seperti saat ini adalah momen tepat untuk warga disini bercocok tanam, mereka membuka lahan pertanian ini berasal dari keringnya aliran sungai.

Luas bantaran sungai cikeuruh di wilayah sini lebih dari lima hektar, hal ini tentunya sangat membantu bagi mereka yang kreatif. Disamping gratis lahannya, untuk kebutuhan airpun tidak harus memompa, namun cukup dengan dua buah kaleng besar untuk menyiram tanaman disetiap harinya. (Man)

Tags:

Berita Terkait

Related News