Mak Acih Janda Tua Asal Subang Tinggal Di Rumah Nyaris Ambruk

SUBANG - NKRI merdeka sudah 73 tahun namun masih banyak warga yang hidup tidak layak. Seperti nasib yang dialami mak Acih (51), Warga Kampung Cibeunying, RT 14/06, Desa Dawuan Kidul, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

Janda yang memiliki dua orang anak tersebut kini harus hidup tinggal di rumah yang nyaris ambruk, lantaran rumah tidak layak huni mi­liknya sudah lapuk dimakan usia.

Dari pantauan, konstruksi rumah berukuran 5 X 6 meter persegi terse­but Hampir semua sisi bangunan dan atap sudah rusak, dan nyaris ambruk. Pemilik rumah yang sehari-hari hanya bekerja serabutan itu, tak mampu untuk memperbaiki rumahnya.

Ia tinggal di rumah dengan atap dan langit-langit yang nyaris ambruk. Sayangnya pemerintah belum memberikan bantuan sedikitpun.

“Saya udah lama tinggal disini. Kalau ditanya udah dapet bantuan apa belum, ya belum, Yang ada Saya sering ketakutan kalau datang hujan, atap pada bocor, saya sering ketakutan, takut roboh. Saya hanya bisa pasrah karena tidak mampu memperbaiki rumah ini," ucapnya, Sabtu (18/82018).

Menanggapi hal itu, Rukun Tetangga (RT) setempat, Aswin membenarkan rumah milik seorang janda itu kondisi sangat memprihatinkan, selain plafon yang sudah lapuk dimakan usia, bangunan atas genteng juga kondisina sudah rawan ambruk.

"Sampai saat ini belum ada perhatian dari pihak manapun, daripada nunggu ambruk hingga mengancam keselamatan pemiliknya, ya kami bersama warga inisiatif untuk bergotong royong dengan tenaga biaya hasil swadaya masyarakat seadanya," tuturnya.

Deden (27) warga sekitar menuturkan, bahwa kehidupan  mak Acih sehari-hari sangat memprihatinkan. Dia hanya bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilanya tak menentu.

"Sedihnya itu dia nyariin biaya hidup peng­hasilannya juga sehari gak sam­pai Rp 20 ribu, jadi jangankan buat benerin rumah, buat makan saja masih susah," katanya.

Lebih lanjut Deden mengungkapkan bahwa pemilik rumah tersebut sudah tidak memiliki suami karena telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan hidup se­hari-hari dengan terpaksa harus mencari nafkah sendiri sebagai buruh serabutan.

"Suaminya sudah meninggal dunia, punya dua anak. Ia pun mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk membantunya. Selama ini pihak keluarga ber­harap rumah milik mak Acih tersebut segera mendapat ban­tuan perbaikan dari Pemerintah daerah," pungkasnya. (arp)

Tags:

Berita Terkait

Related News