Terus Buru Pelaku Lain, Begini Kronologis Peristiwa Maut Tewaskan Suporter Persija

Portal Donasi

BANDUNG-Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP M. Yoris Marzuki, mewakili Kapolda Jabar Agung Budi, menyatakan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga korban atas kasus di GBLA, Minggu kemarin (23/9/2018).

Kepada para wartawan, Yoris menjelaskan, awal kejadian dimulai ketika adanya sepeda motor yang melintas GBLA. Pada siang hari itu, di Gerbang Biru sekira jam 13.00 WIB, sekelompok Bobotoh tengah melakukan sweeping. Selanjutnya korban yang melintas dan datang sendiri ke Bandung dengan identitas sebagai warga Jakarta, kemudian dicegat dan berujung korban dianiaya dengan menggunakan berbagai peralatan seperti balok kayu, helm, kaca dan sebagainya. 

“Saat itu korban dinyatakan meninggal dunia di TKP”, ujar Yoris. 

Selanjutnya, masih menurut Yoris, pihaknya melakukan langkah-langkah dengan menangkap sekitar 5 orang diduga pelaku di TKP. Selanjutnya Satreskim membentuk TIM dan mengembangkan penyidikan, sehingga ada 16 orang yang dimintai keterangan. 

Setelah melakukan pemeriksaan, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 8 orang. Usia mereka bervariasi, mulai dari 17 hingga 40an tahun. Mereka dijerat dengan Pasal 170 atau penganiayaan secara bersama-sama, yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman Hukuman akan lebih dari 7 tahun.

“Para tersangka antara lain, Bd (41), GA (20), CG (20), AA (19), DS (19), SMR (17), DFA (16) dan JS (31),” ungkapnya.

Ia membeberkan, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain balok kayu, pecahan piring dan botol, 7 (tujuh) stel baju tersangka dan baju serta celana korban. Hingga saat ini para tersangka masih dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh Satreskrim Polrestabes Bandung, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Upaya kedepan, manurut Yoris, pihaknya akan melakukan pengejaran para pelaku dan akan bekerjasama dengan Manajemen Viking. 

“Kepada para Bobotoh yang memang melakukan, untuk segera menyerahkan diri ke Kantor Polisi Polrestabes Bandung atau ke kantor polisi terdekat. Kami mengimbau untuk segera menyerahkan diri,” pungkas Yoris. (dahen). 


 

Tags:

Berita Terkait

Related News