GLF 2018 Sepakati Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat

BANDUNG-Acara tiga tahunan yang membahas hak hak atas tanah,  tahun ini digelar di kota Bandung, melalui Global Land Forum (GLF) 2018. Kegiatan tersebut tahun ini diikuti 84 orang delegasi dari dalam dan luar negeri.

GLF 2018, yang dilaksanakan di Gedung Merdeka Senin (24/9/2018) dan ditutup oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulayana, dalam acara Gala Dinner yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa malam (25/9/2018), menghasilkan kesepakatan perlindungan atas hak hak tanah di masyarakat sipil.

Dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, selain hadir, Yana juga menyempatkan menyapa para delegasi. Dia mengucapkan terima kasih karena panitia telah memilih Kota Bandung sebagai tuan rumah forum pertanahan terbesar di dunia.  Yana juga menyatakan, mendorong dengan penuh semangat para delegasi.

"Sesuai dengan kebebasan, kegiatan GLF menjadi bagian dari perjuangan kita meningkatkan kerja sama dan membangun kesadaran di masyarakat dan masyarakat sipil untuk memperjuangkan hak atas tanah, mencegah perubahan, reformasi di era global, dan lain-lain. Hak atas tanahnya," seru Yana.

Ucapkan selamat kepada panitia yang telah merangkum acara tersebut secara apik untuk para peserta dapat mengikuti rangkaian acara dengan baik,  juga diungkapkan Yana.

"Harapannya kedepan tidak ada lagi masyarakat sipil yang dirampas tanahnya, tidak ada lagi kaum perempuan yang tidak mendapatkan hak atas tanahnya,"  ujar Yana.

Kesan yang baik disampaikan oleh Ken Otieno dari Kenya ke Humas Kota Bandung.  Ia mengaku kagum kepada Kota Bandung karena keramahan warganya.

"Ada satu yang saya suka dari kota ini, yaitu rasa yang begitu kental. Berbeda dengan negara lain yang pernah saya kunjungi," katanya.

Menurutnya, manusia itu dipasang pada cara setiap orang mengobrol.  Ia senang melihat orang saling menghormati.
"Sangat berbeda, aku sangat terkesan," ujarnya. (edi).
 

Tags:

Berita Terkait

Related News