Terobosan Kang Emil Untuk Citarum Harum

BANDUNG-Berbeda pemimpin, berbeda pula cara pelaksanaan penanganan Program Citarum Harum. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengawali tugasnya sebagai Dansatgas Citarum Harum, memulainya dengan menetapkan kawasan yang semula dikenal kumuh dan sering banjir, akan diubah menjadi kawasan wisata. 

“Saya baru 3 minggu jadi gubernur, tapi sudah ditugasi sesuai Perpres sebagai Dansatgas Citarum Harum. Artinya selama lima tahun kedepan, saya akan fokus, ini adalah hutang ke anak cucu kita”, ujar Gubernur Emil saat melakukan kunjungan bersama Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi, dalam proses pengerukan sungai di bantaran Jembatan Citarum, Kawasan Bojong Soang, perbatasan Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung, pada Rabu (26/9/2018). 

“Kita buktikan ke dunia, ini komitmen saya yang dulunya dijuluki sungai terkotor, akan menjadi tempat indah di Indonesia. Kuncinya gotong royong, kuncinya kerjasama,” sambungnya. 

Sebelum memulai acara melukis dinding, Kang Emil berterimakasih kepada kelompok-kelompok masyarakat yang sudah terlibat dalam Program Citarum Harum.  Menurutnya, ada kelompok yang berkampanye sosial, ada yang berkampanye lingkungan dan ada yang berkampanye ekonomi. 

“Ini menandakan sila ketiga, persatuan Indonesia sangat kuat. Skrg Allah sudah menakdirkan kekompakan gotong-royong itu hadir,” imbuhnya. 

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Kang Emil mengakui, jika selama ini ada kesan kurang gesit dan kurang cepat dalam penanganan program Citarum Harum. Untuk itu, beberapa terobosan harus segera dilakukan dengan cara kreativitas yang tidak biasa. 

“Hari ini saya sebagai Dansatgas Citarum, bersama Panglima Kodam Tiga, Kapolda dan Bupati Bandung, memulai inisiatif dalam 3 minggu ini dengan visi misi kita bahwa ada satu krisis lingkungan yang harus dibereskan,” tegasnya. 

Kang Emil optimis akan melahirkan perubahan, terutama dalam jang pendek selama kemarau, pihaknya akan maksimalkan pengerukan. Meski demikian, diakui juga adanya kekurangan alat pengeruk yang masih sedikit. Termasuk pesanan mesin pengeruk dengan teknologi khusus dari Pindad yang belum selesai. 

“Saya survey di sini, ternyata tempatnya sangat memungkinkan menjadi daerah budaya dan lingkungan publik masyarakat,” ujar Kang Emil yang melatarbelakangi wacananya untuk menjadikan Kawasan Bojong Soang menjadi Kawasan Wisata. Antara lain, dengan melibatkan kalangan seniman budayawan, memperindah bentangan dinding di Jembatan Citarum dengan gambar dan lukisan warna warni.

“Dalam hitungan bulan kita buktikan sebagai manusia beradab, manusia berbudaya, manusia cinta lingkungan. Mengubah Musibah Menjadi Sebuah Berkah,” pungkas Emil. (dahen).


 

Tags:

Berita Terkait

Related News