Penggeledahan Kantor PDAM Tirta Tarum Dikawal Aparat Bersenjata Lengkap

KARAWANG-Berhasil mengendus dugaan korupsi pembangunan instalasi pengolahan air yang dilakukan oleh Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang, Tim Penyidik dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) menggeledah Kantor PDAM, Senin (19/11/2018).

Lebih lanjut, Kasie Penyidikan Kejati Jabar, Yanuar Rheza, di sela proses penggeledahan di Kantor PDAM Karawang, mengatakan, penggeledahan ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pembangunan instalasi pengolahan air dengan cara uprating (menaikkan kapasitas-red) di wilayah Telukjambe.

Kasus dugaan korupsi kegiatan pembangunan instalasi pengolahan air dengan cara menaikkan kapasitas di Telukjambe pada tahun 2015, telah ditangani Kejati sejak akhir September 2018.

Dilakukannya proses penggeledahan pada Kantor PDAM tersebut, bertujuan untuk mencari dokumen yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan instalasi pengolahan air, seperti dokumen perencanaan dan lain-lain. Dugaan awal, bahwa adanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan kegiatan pembangunan.

Rheza mengaku, sudah memeriksa 15-20 saksi terkait dengan penanganan kasus itu, termasuk memeriksa jajaran direksi PDAM Karawang. Akan tetapi, hingga kini belum ada penetapan tersangka.

“Dalam waktu dekat, jika sudah terpenuhi bukti-bukti, tentu akan dilakukan penetapan tersangka,” katanya.

Saat ditanya mengenai jumlah kerugian negara dalam kasus tersebut, Rheza menyebutkan untuk sementara jumlah kerugian negara mancapai sekitar Rp 500 juta.

“Akan tetapi, untuk memastikan jumlah kerugian negara, Kejaksaan akan memintai keterangan ahli,” tambahnya.

Diketahui, proses penggeledahan di Kantor PDAM Karawang oleh Tim Penyidik Kejati Jabar saat ini masih berlangsung dan mendapat pengawalan ketat oleh anggota Polres Karawang dengan bersenjata lengkap. (ega/gadis).

Tags:

Berita Terkait

Related News