Atas Kesadaran Sendiri, Pengeroyok Haringga Sirilla Mencabut Permohonan Banding

BANDUNG-Kuasa hukum pengeroyok Haringga Sirilla suporter Persija Jakarta yang tewas di Gelora Bandung Lautan Api, Dadang Sukmawijaya, mencabut permohonan banding yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat. 

Dadang mengaku, pencabutan banding terhadap hukuman yang dijatuhkan Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Bandung, merupakan keinginan dari keluarga para pelaku anak. 

"Alasan permohonan banding dicabut, karena keluarga dan pelaku anak sepakat bahwa mereka salah," ujar Dadang, di Bandung, Senin (19/11/2018).

Menurut Dadang, sebelumnya, empat dari lima pelaku pengeroyok Haringga Sirilla yakni, AF (16) mengajukan banding yang tertuang dalam Akta Banding bernomor 04/Akta. Pid-Anak/2018/PN Bdg. Sementara, SH (17), AAP (15), dan TD (17), ikrar bandingnya berdasarkan akta bernomor 05/Akta. Pid-Anak/2018/PN Bdg, tertanggal 12 November 2018. 

Namun, terang Dadang Sukmawijaya, atas keinginan dari keluarga dan para pelaku anak keempatnya mencabut permohonan banding tersebut.

Beberapa waktu silam, hakim tunggal PN Kelas 1A Khusus Bandung, Suwanto, menjatuhkan vonis berbeda kepada kelima terdakwa pengeroyok Haringga tersebut.

NSF, salah seorang terdakwa pengeroyok, divonis bebas oleh hakim. Sedangkan, SH dan AAP dihukum empat tahun penjara, dan TD 3,5 tahun penjara, sementara AF tiga tahun penjara. 

Dadang menegaskan, keluarga yakin peristiwa hilangnya nyawa suporter Persija Jakarta itu, menjadi pelajaran berharga bagi keempat anak yang divonis bersalah oleh hakim. 

Kedepannya, sambung dia, para pelaku anak berjanji tak akan mengulangi aksi serupa dan bertobat.  

"Pencabutan banding saya hormati sebagai keputusan keluarga dan anak-anak yang tak dapat diintervensi. Itu hal biasa, secara hukum sah dan diatur dalam Undang-undang, yakni Pasal 235 Ayat (1) KUHAP," pungkasnya. (edi).

Tags:

Berita Terkait

Related News