Prostitusi GOR Panatayudha : Mangkal Di Warung Kopi, Eksekusi Di Kamar Kost

HARI menjelang malam, suara bising kendaraan di pusat Kota Karawang perlahan mulai berkurang.

Begitupun Jalan Tuparev yang jadi lokasi langganan kemacetan sudah terurai. Pos lantas yang berada di seberang jalan, sudah ditinggal polisi. Namun justru aktifitas di kawasan GOR Panatayuda dan sekitarnya baru saja mulai.

Sejumlah PKL penjual makanan khas malam mulai mendirikan tenda jualannya di sisi kanan kiri GOR. Kendaraan roda dua mulai berseliweran membawa wanita dan gadis gadis bercelana pendek dan rok mini.

Beberapa diantara gadis yang dibawa tak canggung berpakaian cukup terbuka, dengan rambut  berwarna pirang.

Katanya mereka adalah para wanita muda yang biasa menjajakan diri di lokasi GOR. Malam itupun kami mencoba menelusuri soal kebenaran informasi tersebut.

Benar saja. Seorang perempuan yang bisa dibilang tak lagi muda dan beberapa temannya memanggil kami yang saat itu melintas di depan warung tempat mereka berkumpul.

"Aa (Abang) sini," teriak perempuan tersebut.

Tak menunggu waktu lama kami menghampiri perempuan yang ternyata salah satunya adalah seorang Mucikari. Orang disekitarnya biasa menyapa dia dengan sebutan 'Mami'.

Tak banyak basa-basi, Mami langsung menawarkan diri menerima jasa 'esek-esek' bersama perempuan cantik binaannya. 

Sejatinya, GOR Panatayuda yang lokasinya tak jauh dari Kantor Pemkab Karawang itu berfungsi sebagai sarana tempat berolahraga.

Sambil menikmati secangkir kopi, kami berusaha mengorek informasi soal geliat prostitusi di sekitar GOR Panatayuda. 

Mami mengaku punya beberapa anak buah (PSK) yang bisa disewa untuk kencan di tempat karaoke, maupun chek in, atau istilah mereka 'Open Boking' (BO).

Soal tempat 'eksekusi' tentu saja bukan di arena GOR Panatayuda. Menurut penuturan Mami, mereka punya tempat khusus jika ada tamu yang ingin mendapatkan jasa ditemani PSK.

Satu kali kencan (short time), PSK binaan Mami ditarif Rp 500 Ribu. Harga tersebut sudah termasuk sewa tempat yang sudah ia sediakan di sebuah kamar kost. Sedangkan untuk jasa menemani karaoke ditarif Rp 150 Ribu per satu jam.

Mami bersama anak didiknya biasa nongkrong di GOR sekitar pukul 23.00 WIB hinga menjelang shubuh.

“Kalau butuh teman kencan tinggal whatsAps aja, dijamin memuaskan pelayanannya," kata Mami. (Bersambung)

 

Tags:

Berita Terkait

Related News