Kronologis Kecurangan Di Pilkades Cengkong Versi Calon Kades Jiwa

KARAWANG-Dugaan kecurangan yang dilakukan Panitia Pilkades Cengkong, Purwasari, dijelaskan secara gamblang oleh Calon Kades Nomor urut 2, bernama Jiwa. Jiwa yang sudah memberikan kuasa kepada salah satu Lembaga Bantuan Hukum, menjelaskan beberapa poin kecurangan yang dilakukan Panitia Pilkades Cengkong.

Pertama berdasarkan, Perbup Nomor 57 tahun 2018 tentang Tata Cara Pemilihan Pilkades di Karawang, pasal 20 ayat 4 yang berbunyi 'Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah ditetapkan oleh Panitia Pilkades tidak dapat diubah, kecuali ada Pemilih yang meninggal dunia, panitia membubuhkan catatan dalam DPT pada kolom keterangan Meninggal Dunia'.

"Tapi faktanya, DPT diubah 3 kali oleh panitia. Pertama ditambah 333 yang berasal dari Kampung Dapur Arang, lalu ditambah 330 dari Perum Griya Mas, dan terakhir ditambah 276 suara yang tidak diketahui oleh saya," ucap Jiwa kesal.

Kedua, berdasarkan Perbup yang sama di pasal 47 ayat 2 huruf b berbunyi 'Jumlah DPT mulai dari 5001 sampai 10.000 pemilih, jumlah portir masuk sebanyak-banyaknya 15 buah'. 

Namun faktanya, menurut Jiwa, jumlah portir dibuat sebanyak 16 buah di lokasi pencoblosan.

Ketiga di pasal 20 ayat 2, berbunyi 'DPT sebagaimana pada ayat 1, diumumkan di tempat strategis di Desa untuk diketahui masyarakat. Faktanya, tidak pernah DPT diumumkan kepada masyarakat di tempat strategis. 

"Panitia tidak pernah menginformasikan hasil DPT sesuai Perbup," ucapnya.

Keempat pada pasal 37 ayat 3 berbunyi 'Surat suara sebagaimana dimaksud ayat 2 jumlahnya sama dengan jumlah pemilih dalam DPT, ditambah 2,5 persen surat suara cadangan'. 

Menurut Jiwa, panitia tidak pernah mengumumkan berapa jumlah surat suara dan surat suara cadangan kepada saksinya. 

"Jumlah seluruh surat suara dan surat suara cadangan tidak diberitahukan kepada saksi saya," ujarnya.

Lebih aneh lagi menurut Jiwa, ada satu RT yaitu RT 006/006 Perum Cengkong Persada, Blok C, tidak disensus satu orang pun sehingga tidak mempunyai hak suaranya dalam Pilkades Cengkong.

Selain itu, ada diskriminasi kepadanya ketika mempertanyakan tata tertib (tatib) Pilkades kepada Panitia. "Kalau saya tanyakan tatib Pilkades, selalu acuhkan saya," ujarnya.

Atas dasar sejumlah temuan kecurangan diatas, Jiwa dan kuasa hukumnya menuntut Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, untuk membatalkan kemenangan Calon Kades Incumbet, Santo dan melaksanakan Pilkades ulang. 

"Kami sudah dicurangi panitia, maka kami menuntut Bupati batalkan hasil Pilkades Cengkong, dan melaksanakan Pilkades ulang," ujarnya.

Seluruh keberatan pihak Jiwa diatas, dimuat dalam surat yang dibuat kuasa hukumnya dan disampaikan kepada Bupati, DPRD, Kejaksaan dan DPMD. 

"Sudah kami bikin surat dan dikirim ke berbagai instansi terkait," tutupnya. (uya).

Tags:

Berita Terkait

Related News