Rawan Longsor, Warga Minta BBWSCC Segera Perbaiki Senderan Sungai Cipager

CIREBON-Miris, sejumlah rumah milik Warga di Blok Pekuwon, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, terancam longsor lantaran senderan sungai Cipager belum sepenuhnya dibangun. 

Diketahui sebelumnya, pada tahun 2016 lalu Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) telah melakukan perbaikan pada senderan Sungai Cipager tersebut. Serta Bupati Cirebon Nonaktif, Sunjaya Purwadisastra, telah memerintahkan instansi teknis Dinas PSDAP untuk berkoordinasi dengan BBWSCC. 

Senderan tersebut rencananya dibangun setinggi 11 meter, panjang 100 meter, dan ketebalan 1,5 meter. Dengan anggaran Rp 200 juta, untuk pembuatan senderan di tepian Sungai Cipager tersebut. 

Pada pelaksanaanya, senderan itu baru sebagian dibangun dan sampai saat ini belum juga dibangun hingga membuat warga sekitar was-was. Sehingga, salah satu akses di jalan belakang ditutup menggunakan kayu, sebagai tanda akses itu bahaya dan tidak bisa dilalui kendaraan.

"Dulu BBWSCC, sempat memperbaiki senderan sungai sepanjang sekitar 25 meter. Tapi perbaikan itu tidak bisa menjangkau seluruh bibir sungai," kata Lili, salah satu warga sekitar, Kamis (29/11/2018).

Masih dikatakan Lili, bahwa BBWSCC sempat berjanji akan memperbaiki senderan secara bertahap. Setiap tahunnya akan terus dibangun.

"Perbaikan ini terakhir kali dilakukan pada tahun 2016 lalu. Tapi tahun berikutnya hingga sekarang tahun 2018, tidak ada pembangunan senderan," katanya. 

Ironisnya, lanjut Lili, dengan adanya fenomena alam ini, terdapat beberapa bangunan yang menjadi korban. Bahkan pabrik tahu milik wargapun ambruk lantaran tanah yang menompang bangunan itu runtuh kebawah.

"Ada beberapa rumah dan satu bangunan pabrik yang sudah hanyut akibat abrasi. Sekarang pemiliknya sudah membangun kembali pabrik tahunya di tempat yang lebih aman,” ucapnya. 

Tidak hanya Lili, warga lainpun meminta perhatian Pemerintah Daerah serta BBWSCC, untuk melanjutkan perbaikan senderan agar tidak memakan korban lebih banyak lagi.

"Saat ini sudah masuk musim hujan, dikhawatirkan abrasi terjadi akan lebih parah lagi dan menggerus rumah-rumah yang terlihat rawan longsor," pungkasnya. (abr). 

Tags:

Berita Terkait

Related News