BPHTB Dan PBB Jadi Primadona PAD Kota Bandung

BÀNDUNG-Kewenangan mengelola sendiri Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) memberi keuntungan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

Melihat besarnya potensi pendapatan dari dua sektor tersebut, Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Bandung, Ema Sumarna, meminta kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak. 

"Tercapainya target pajak tergantung dari kesadaran masyarakat. Sejauh ini yang memberikan kontribusi besar ada di PBB dan BPHTB," ujar Ema Sumarna disela "Malam Anugerah Pajak 2018" di Bandung, Rabu (5/12/2018) malam. 

Menurutnya, BPHTB dan PBB ini merupakan PAD terbesar disamping pajak lainnya jika dikelola secara maksimal.
Tahun ini pihaknya masih ditarget PAD dari dua sector itu minimal setara dengan tahun lalu. Target pajak Kota Bandung di tahun 2018 sebesar Rp2,25 triliun. 

"BPPD tengah mengupayakan agar target tersebut tercapai di akhir tahun ini. Ada pajak sekitar Rp93 miliar yang belum masuk. Jika besaran tersebut didapat maka target Rp2,25 triliun insya Allah tercapai," kata Ema. 

Menyoal kebijakan memberikan keringkan bagi wajib pajak, terang Ema,  BPPD Kota Bandung menghilangkan biaya administrasi sebesar 2 persen terhitung dari tanggal 19 November-31 Desember 2018. 

"Masih ada 19 hari kerja lagi. Maka dari itu saya himbau kepada masyarakat untuk segera melakukan kewajibannya membayar pajak," ujar Ema.

Untuk diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung melalui BPPD Kota Bandung memberikan sejumlah penghargaan kepada para wajib pajak. Tak hanya itu, BPPD juga memberikan penghargaan kepada aparat kewilayahan yang berkontribusi mendongkrak raihan pajak.

"Ini merupakan even tahunan dalam mengapresiasi seluruh wajib pajak, termasuk aparat kewilayahan yang memberikan kontribusi dan berkinerja baik terkait pajak di Kota Bandung," ungkap Ema .

Harapannya, kata Ema, melalui penghargaan tersebut dapat meningkatkan daya dorong dan partisipasi masyarakat, untuk taat membayar pajak. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mengatakan, penghargaan tersebut sebagai apresiasi kepada warga Kota Bandung yang melaksanakan kewajiban membayar pajak, terlebih yang tepat waktu, angka dan jumlah.

"Mudah-mudahan dengan apresiasi ini, kedepannya menambah kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Karena bagaimanapun pembangunan di Kota Bandung, melalui pajak," ujar Yana. (edi).

Tags:

Berita Terkait

Related News