Dikabarkan Bakal Dijadikan Kawasan Industri, Investor Siluman Marak Di Wilayah Cirebon Timur

CIREBON-Investor siluman makin marak di wilayah Cirebon Timur setelah marakanya isu pengembangan bahwa di wilayah tersebut akan di jadikan kawasan industri terpadu, seperti halnya rencana pembangunan mega proyek pabrik besi baja.

Adapun lokasi yang akan dijadikan tempat didirikannya Pabrik Besi Baja itu menurut informasi yang bereadar berada di Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon dengan luas tanah sekitar 311 Hektar.

Kuwu Melakasari, H. Tarmudi, mengatakan, hingga kini kabar pembangunan pabrik baja itu baru sebatas wacana yang isunya kian santer di masyarakat. Banyak yang datang ke dirinya mengaku dari manajemen PT Besi Baja Nusantara dan menawarkan bahwa tanah di wilayah Melakasari layak untuk pabrik baja besi. 

"Yang pertama ada Pak Yusup yang intinya meminta dilegalitaskan dulu 50 hektar dari jumlah luas tanah 311 hektar. Dan sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi. Lalu nyusul lagi ada yang namanya Wawan, dia bilangnya artis sinetron. Terus dari Semarang ngaku lagi namanya Joko Prabowo dan satu nama lagi Ahmad Hartono,” kata Tarmudi.

Tarmudi menuturkan,  pihak Pemdes Melakasari juga pernah diundang oleh Hartono, Wawan, Yusuf dan Joko Prabowo di salah satu hotel berbintang di Cirebon guna membicarakan tentang lahan untuk PT BBN ini.

“Sampai pada akhirnya isu ini berkembang, semakin banyak yang tahu. Tapi sudah lama sekali tidak ada kelanjutanya. Mereka bilang, katanya bulan Desember 2018 ini akan ada pembayaran untuk tanah. Tapi nyatanya semua menghilang,” tuturnya.

Dirinya sangat menyayangkan dengan sikap para investor siluman itu karena sebagai pucuk pemerintah di desa, sudah mengeluarkan modal untuk mengurus dokumen.

“Prinsipnya, kalau ada pembayaran ya bisa diurus, soalnya saya juga sudah keluar modal untuk pengukuran tanah guna ijin ke BPN sama biaya buat transport anak buah karena kita membentuk tim,” tegasnya.

Ia juga mengimbau, agar warga Gebang dan sekitarnya berhati-hati dan jangan mudah percaya sebelum adanya bukti nyata, apa lagi sampai mengeluarkan uang dengan dalih yang berbelit-belit.

“Jadi sekarang sih harus hati-hati karena sudah pengalaman. Dan anehnya, belum juga ada pembayaran lahan mereka sudah minta ijin tetangga. Jadi saya juga tidak terlalu merespon lagi. Saya hanya ingin uang yang pernah saya keluarkan, segera dikembalikan,” pungkasnya.(jhn).

Tags:

Berita Terkait

Related News