Yuk Intip Tradisi Ngarot Warga Desa Lelea Indramayu Yang Sambut Musim Tanam

INDRAMAYU-Memasuki musim penghujan, masyarakat yakni petani Kabupaten Indramayu mulai mengolah tanah untuk tanam padi. Memasuki musim tersebut, para petani menyambutnya dengan menggelar Upacara Tradisi Ngarot atau Pesta Tani, Rabu (19/12/2018).

Bagi sebagian orang mungkin baru mendengar Tradisi Ngarot, namun bagi sebagian besar warga Desa Lelea, Kabupaten Indramayu, tradisi Ngarot sudah di kenal dan menerapkannya sejak ratusan tahun silam.

"Tradisi Ngarot adalah sebuah tradisi pesta petani ketika memasuki musim tanam di ladang sawahnya. Dengan di ikuti sekitar 183 pemuda-pemudi yang masih jejaka dan perawan, untuk di arak keliling kampung," tutur Edy Iriana, tokoh masyarakat Desa Lelea kepada awak media.

Setelah berkeliling kampung, lanjut Edy, para peserta Ngarot kemudian berkumpul di pendopo balai Desa untuk mendengarkan pidato sejarah awal mula tradisi Ngarot. Yang kemudian, dilanjutkan dengan prosesi serah terima alat pertanian.

"Sejumlah peserta menyambutnya dengan senang hati dengan adanya tradisi Ngarot ini. Karena selain dapat bertemu dengan teman sebayanya, juga dapat melestarikan budaya di Desanya," ungkap Edy.

Sementara, salah satu peserta Ngarot perempuan, Susilawati, mengatakan, tahun ini dirinya baru mengikuti Tradisi Ngarot.

"Senang aja dengan tradisi Ngarot, karena kita bisa berkumpul dan silahturahmi dengan semua teman-teman seumuran melalui acara tradisi Ngarot ini," katanya.

Untuk memeriahkan suasana tradisi Ngarot di Desa Lelea ini, tampak sejumlah hiburan disediakan oleh panitia. Diantaranya, dengan suguhan musik tarling, tarian tradisional Jaipong lengkap dengan saweranya dan hiburan lainnya. (jhn).

Tags:

Berita Terkait

Related News