UBP Karawang Berkomitmen Cegah Plagiasi Karya Ilmiah

KARAWANG - Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar workshop dan bimtek penggunaan Software Turnitin sebagai alat pencegah plagiasi dalam Karya Ilmiah. Kegiatan ini diikuti sebanyak 122 orang terdiri dari Dosen, Pustakawan, Tenaga Kependidikan.

"Isi pelatihan ini tentang materi detail dan praktek meng-upload dokumen yang akan di analisa, sampai dengan hasilnya di analisa detail dan ketahuan ketika ada yang mengcopy dari sumber lain terutama internet dan database Turnitin," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik, UBP Karawang, Dr. H. Puji Isyanto, SE., MM.

Puji menjelaskan, pelatihan ini salah satu bentuk kerjasama UBP tentang penggunaan software Turnitin dengan konsorsium perguruan tinggi UMN, SGU, UMJ dan Uhamka. Hal ini dilakukan untuk mencegah plagiarisme.

Dalam dunia pendidikan, plagiarisme adalah mengambil kata-kata atau kalimat atau teks orang lain tanpa sitasi dan ini tidak tiperbolehkan.

Dia mengatakan, UBP Karawang tergabung dalam konsorsium berlangganan Software Turnitin dengan Swiss German University, Universitas Multimedia Nasional, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA.

Penandatangan MoU Konsorsium ini pada tanggal 26 November untuk masa berlangganan satu tahun dari 17 Des 2018 s.d 16 Des 2019.

"Dasar Kerjasama dalam konsorsium ini agar dapat menekan cost karena software Turnitin lumayan mahal dan hanya sekitar 20% saja perguruan Tinggi di Jawa Barat yang memakai Software ini," ujar Puji, kepada portaljabar.net dalam keterangan tertulis, Rabu (26/12/2018).

"Tujuan Berlangganan Software Ini : Sebagai komitmen UBP Karawang untuk mencegah plagiasi sebagai pelanggaran besar dalam dunia akademik sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah penelitian yang berkualitas dan originalitas yang tinggi," tambah Puji.

Agar penggunaannya efektif dan tepat, kata Puji, maka diadakanlah pelatihan "Workshop dan Bimtek Penggunaan Software Turnitin Sebagai Alat Pencegah plagiasi dalam Karya Ilmiah. Hadir sebagai pembicara, yakni Deden Ramdhani, S.Sos (Tim Trainer Turnitin).

Dalam pelatihan itu, peserta diberikan pemahaman tentang klasifikasi mengenai plagiarisme dari segi substansi yang dicuri, dari segi kesengajaan, dari segi volume/proporsi, dari pola pencurian, plagiasi dapat dilakukan kata demi kata, maupun dapat diseling dari berbagai sumber dan dengan kata-kata sendiri (mozaik).

Berdasarkan individu sumber gagasan, ada pula yang dikenal sebagai self-plagiarism, yaiti apabila karya sendiri sudah pernah diterbitkan sebelumnya, maka tatkala kita mengambil gagasan tersebut, semestinya dicantumkan rujukan atau sitasinya. Bila tidak, ini dapat dianggap sebagai self-plagiarism.

Jenis plagiarisme ini sebenarnya dapat dianggap “ringan”, namun bila dimaksudkan atau di kemudian hari dimanfaatkan untuk menambah kredit akademik, maka dapat dianggap sebagai pelanggaran berat dari etika akademik.

"Rangkumlah hasil tulisan orang lain, atau melakukan modifikasi kalimat (mengubah pola kalimat, seperti kalimat aktif menjadi pasif, atau sebaliknya), dan menggunakan kata-kata sendiri dengan menyatakan sumber gagasan/rujukan dalam daftar rujukan kita," katanya.

Oleh karena itu, sekarang dikembangkan dengan menggunakan software pendeteksi kesamaan kata similiarity dengan Software Turnitin.

Software Turnitin adalah salah satu software pendeteksi plagiasi dalam karya ilmiah yang handal dan diakui dunia internasional. (ega)

Tags:

Berita Terkait

Related News