Sederet Berita Kontroversial Dan 'Dosa' Bupati Karawang Sepanjang 2018 (2)

Portal Donasi

KARAWANG- Berikut adalah deretan "dosa" bagian dua yang dilakukan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana di tahun 2018 versi catatan Redaksi Portal Jabar


3. Mengamputasi Kewenangan Wakil BUpati Ahmad Zamakhsyari

Ahmad Zamakhsyari

"Dosa" Cellica kali ini sangat berdampak kondusifitas jalannya roda pemerintahan di Karawang. Pasalnya Cellica dengan sadar ataupun tidak sadar telah mengamputasi kewenangan Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamakhsyari sehingga dianggap tidak ada dalam roda pemerintahan.

Bahkan Cellica tidak pernah mau mengikutsertakan Wakil Bupati dalam pembahasan masalah yang krusial seperti pembahasan anggaran uang rakyat. Ini terbukti dari keluhan Wakil Bupati yang tidak diundang dalam pembahasan anggaran. "Boro-boro diikutsertakan dalam pembahasan anggaran, diundang saja tidak pernah," keluh Wakil Bupati beberapa waktu lalu.

Terlebih lagi belum lama ini, Wakil Bupati juga tidak diundang oleh Cellica dalam acara pelantikan 67 Kades yang dianggap sebagian masyarakat bermasalah dan sarat kecurangan. Entah Cellica paham atau tidak, kewenangan Wakil Bupati sudah dijelaskan dalam
UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemda.

Berikut kewenangan Wakil Bupati ;

-Membantu Bupati dalam memimpin jalannya pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah 

-Mengatur kegiatan Perangkat Daerah

-Menindaklanjuti setiap laporan dan/atau temuan hasil pengawasan aparat pengawasan, memantau dan mengevaluasi setiap penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Perangkat Daerah Kabupaten

-Memberi saran dan pertimbangan kepada Bupati dalam pelaksanaan Pemerintahan di daerahnya
-Melaksanakan setiap tugas dan wewenang Bupati jika Bupati menjalani masa tahanan atau memiliki halangan sementara

-Melaksanakan tugas lainnya sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku
-Memimpin Badan Narkotika Kabupaten (BNK)

-Penanggung jawab dari Tim Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Kabupaten

 

4. Warga Sulit Bikin e-KTP

ilustrasi/net

 

Sebagian warga Karawang merasakan langsung "dosa" yang dibuat Cellica kali ini. Dosa yang teramat sangat ini adalah sulitnya warga memperoleh kartu e-KTP dan harus puas diberikan Suket (Surat Keterangan) yang bentuknya tidak manusiawi besarnya.

Cellica via Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil selalu berdalih kekurangan blanko e-KTP. Padahal berdasarkan pengakuan calo-calo E-KTP, blanko e-ktp bisa ditebus dengan mengeluarkan sejumlah uang. Hal ini terbukti dari ditangkapnya calo dan oknum PNS Disdukcapil yang tertangkap tangan melakukan pungli kepada warga. 

Lagi-lagi semua bermuara dan menjadi 'dosa' Cellica akibat dari pengawasan yang minim. Akibatnya 'dosa' Cellica ini banyak warga yang minder saat harus berhubungan dengan pihak lain karena malu KTP nya besar dan tidak manusiawi bentuknya.

 

5- Pilih Kasih Kepada Golongan Wartawan Tertentu

Cellica Nurrachadiana/dok PJ

 

"Dosa" Cellica terhadap insan pers di Karawang adalah dengan membeda-bedakan wartawan yang meliput kegiatan di Pemda Karawang. Sangat terasa dibenak setiap insan pers yang meliput di Pemda Karawang ada istilah wartawan kelas 1 dan kelas 2. 

Wartawan yang dianggap kelas 1 ini biasa disebut wartawan 'istana'. Mereka terdiri dari berbagai media cetak, televisi dan online nasional. Walaupun tidak secara tertulis, mereka mendapatkan privilage khusus yang dibuat-buat Cellica. Semisal liputan khusus, kontak pribadi khusus, bahkan ada anggaran khusus kepada wartawan golongan ini.

Tentunya 'dosa' pilih kasih Cellica ini membuat meradang wartawan yang dianggap kelas dua yaitu wartawan lokal dari berbagai media cetak ataupun online. Tak heran wartawan kelas dua ini selalu diperlakukan tidak adil oleh Cellica bahkan diikuti oleh anak buah Cellica sehingga membuat situasi tidak nyaman di kalangan wartawan. (Bersambung)

 

Berita Sebelumnya :

CATATAN REDAKSI : Sederet Berita Kontroversial Dan "Dosa" Bupati Karawang Sepanjang 2018 (1)

Tags:

Berita Terkait

Related News