Caleg Tersandung Kasus Moral (Pelakor) Tidak Dilarang, Begini Penjelasan Ketua KPU Karawang

KARAWANG - Partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 sudah mendaftarkan calon legislatif masing-masing ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tak terkecuali parpol di wilayah Kabupaten Karawang.

Namun dari sekian banyak caleg yang didaftarkan bahkan sudah memperoleh nomor urut, sebagian berstatus caleg bermasalah. Salah satunya caleg tersandung kasus moral seperti dugaan perselingkuhan. Kasus ini diduga terjadi di Karawang, yakni soal dugaan caleg perebut laki orang (Pelakor).

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Karawang, Miftah Farid, mengatakan, caleg tersandung kasus moral seperti pelakor masih boleh mencalonkan dan tidak dilarang oleh aturan.

Kata dia, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), nomor 20 Tahun 2018 tentang pencalonan, kasus amoral seperti kasus Pelakor tidak bisa menggugurkan yang bersangkutan sebagai Caleg.

"Biar nanti masyarakat (pemilih) yang akan menilai para Caleg yang memiliki kendala moral," ujar Miftah kepada Portaljabar.net, belum lama ini.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan aksi belasan wanita muda ke Kantor DPRD Karawang. Mereka melakukan aksi demo menyebut ada caleg perebut suami orang di DPRD.

Meski tak secara gamblang menyebut nama caleg yang dimaksud, namun beredar informasi di kalangan wartawan, caleg yang didemo itu berinisial NSA.

Saat ini NSA masih menjabat sebagai Anggota DPRD Karawang dan kembali mencalonkan melalui salah satu parpol besar. (ega/uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News