Duel Maut Kaka Beradik Di Purwakarta, Satu Tewas Penuh Luka Bacok

PURWAKARTA - Diduga akibat faktor kecemburuan sosial di dalam sebuah keluarga, tiga orang bersaudara kaka beradik di Kampung Cibendasari RT 07/02 Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Purwakarta, terlibat sebuah pertikaian hingga menewaskan salah satunya.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Senin (7/1/2019) malam, berawal dari korban Rahmat Nursamsi (26) tiba-tiba marah kepada adiknya, Angga (24) dan kakaknya, Dona (28).

Sesaat setelah itulah baku hantam mulai terjadi antara adik kakak tersebut di dapur rumahnya, di Desa Cipinang, Cibatu, Purwakarta.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian, menjelaskan kronologi kejadian yang mengakibatkan Rahmat meninggal dunia usai pertikaian terjadi.

"Usai baku hantam antar ketiganya, korban sempat mengejar salah satu tersangka. Korban sambil membawa pisau yang ditemukannya di area dapur, hendak menikam tersangka," kata Handreas saat ditemui di Mapolres Purwakarta, Selasa (8/1/2019).

Namun, lanjut Handreas, saat akan menikam adiknya yang dikejar, pisau dapur itu lepas dari tangannya karena berhasil ditepis oleh pelaku. Alhasil saling pukul antara Rahmat dan Angga pun kembali terjadi di luar rumah.

Dalam keadaan mabuk, Rahmat tersungkur dipukul oleh adiknya yang pada awalnya akan ia tikam.

"Saat itu tersangka mengambil pisau yang jatuh, jadinya korban ditikam oleh tersangka di bagian kepala," ucapnya.

Handreas menyebut kedua orang yang merupakan adik dan kakak korban ditetapkan sebagai tersangka.

"Para tersangka dikenakan pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang yang dilakukan secara bersama-sama," papar dia.

Selain itu, karena ada korban tewas maka polisi pun akan mengenakan pasal 351 ayat 3 KUHP. Pasal itu berisikan tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

Kedua pasal itu memiliki ancaman hukuman kurungan penjara dengan maksimal tujuh tahun dan 12 tahun.

Polisi tidak mengenakan pasal pembunuhan berencana pada para tersangka karena pada keterangan awal pisau yang digunakan tidak diniatkan untuk membunuh korban.

"Pisau yang digunakan itu korban yang membawa, untuk menyerang tersangka. Tidak ada niatan atau rencana dari awal untuk membunuh korban," ujar dia menjelaskan. (Rhu

Tags:

Berita Terkait

Related News