BPJS Kesehatan : RS Wajib Perbaiki Kinerja Jika Tidak Ingin Putus Kontrak

KARAWANG- Rumah sakit swasta di Karawang yang kontrak kerjasamanya diputus oleh BPJS Kesehatan per 31 Desember 2018 membuat berbagai pihak bertanya-tanya alasan dibalik kejadian tersebut.

Portaljabar.net langsung menemui Kepala BPJS Kesehatan Karawang, Unting Patri Wicaksono Pribadi untuk menjelaskan hal ini kepada publik. Unting menjawab alasan diputusnya kontrak kerjasama BPJS Kesehatan dengan RS Mandaya karena hasil dari recredensialing (evaluasi internal) yang menyatakan kerjasama tidak layak dilanjutkan.

BACA JUGA : Pemda Dan DPRD Karawang Sepakat Menanggung Biaya Kesehatan Pasien Miskin Non BPJS

"Hasil recredesialing atau evaluasi kita, memutuskan RS Mandaya tidak memenuhi persyaratan perpanjangan kerjasama," ujar Unting usai Rapat Dengar Pendapat di gedung DPRD Karawang, beberapa waktu lalu.

Kepala BPJS Kesehatan Karawang, Unting Patri Wicaksono Pribadi

 

Unting menyarankan pihak RS Mandaya agar memperbaiki kinerja terlebih dahulu jika ingin bekerjasama lagi dengan BPJS Kesehatan.

"Perbaiki dulu (RS Mandaya), nanti kita review lagi kerjasamanya," ujarnya.

Lanjut Unting tidak ikutnya sebuah RS dalam program BPJS merupakan kerugian. Sebabnya BPJS yang merupakan program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) sangat disuport oleh negara termasuk dalam kemudahan pembayaran klaim. 

"Program JKN (BPJS) ini punya negara, bahkan dalam hal pembayaran klaim ada yang namanya supply chain financing atau dana talangan dari perbankan kepada pihak klinik atau rumah sakit. Jadi tidak ada ruginya," ujarnya.

BACA JUGA : BPJS Kesehatan : Putus Kontrak Provider Kesehatan Hal Rutin Tiap Tahun

Sementara itu, pihak RS Mandaya terkait pemutusan kontrak BPJS tidak banyak memberikan tanggapan. Hilman selaku Humas RS Mandaya hanya mengatakan rasa terimakasih kepada para pasien BPJS yang telah mempercayakan pelayanan medis di RS Mandaya.

Menurut Hilman, waktu transisi berlangsung sampai 31 Januari 2019, sehingga pasien dengan jaminan BPJS Kesehatan masih dapat dilayani sambil mensosialisasikan alternatif RS lain. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News