Jenazah Bayi Miskin Disandera RS Proklamasi, Baru Keluar Dengan Jaminaan STNK Motor

KARAWANG- Jenazah seorang bayi perempuan berlatar keluarga miskin yang meninggal pada tanggal 5 Januari 2019 usai dirawat di RS Proklamasi Rengasdengklok sempat disandera karena kekurangan uang saat pembayaran.

Bayi tersebut bernama Ardina Putri, berusia 8 bulan warga Desa Kemiri, Kecamatan jayakerta  yang jenazahnya sempat disandera beberapa saat oleh pihak RS Proklamasi.

Menurut PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) Desa Kemiri, Dede Komarudin yang dari awal mengurus masalah ini mengatakan pangkal dari disanderanya jenazah bayi Ardina karena pihak keluarga tidak mampu melunasi tunggakan biaya selama berobat sebesar 10 juta rupiah.

Lanjut Dede karena tidak tega jenazah terus disandera pihak RS Proklamasi, akhirnya dirinya berinisiatif bersama keluarga mengumpulkan uang 2 juta rupiah plus STNK sepeda motor dan KTP asli sebagai jaminan.

“Setelah dikasih jaminan baru pihak RS Proklamasi mau memberikan jenazah bayi Ardina kepada keluarga. Tidak lama keluarga memakamkan bayi tersebut,” ujar Dede kepada Portaljabar.net beberapa waktu lalu.

Selama hutang keluarga miskin tersebut tidak dilunasi pihak RS Proklamasi bersikukuh tidak akan mengembalikan STNK dan KTP yang dijaminkan. “Harus lunas dulu baru jaminannya dikembalikan," ujarnya.

Bahkan menurut Dede keberadaan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Jayakerta, tidak banyak membantu masalah ini. Pihak RS Proklamasi begitu keras kepala dan menuntut keluarga miskin diatas melunasi hutang.

Sementara itu pihak RS Proklamasi yang diwakili Saudara Galih memilih tidak kooperatif dengan permintaan klarifikasi dari Portaljabar.net via telepon selular.

“Maaf salah sambung,” ujar Galih dengan ketus. (Uya)

Tags:

Berita Terkait

Related News