Sikap Kurang Ajar Oknum Dokter RS Proklamasi Ke Pasien : Cubit Paha Balita Hingga Nanya Jorok Soal Hubungan Intim

KARAWANG - Pasien balita perempuan bernama Saila (2,5) asal Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, menjadi korban sikap kurang ajar oknum Dokter, Rumah Sakit Proklamasi Rengasdengklok.

Perlakuan sang oknum Dokter berinisial SPR ini diungkap oleh kakek korban bernama Sarja, melalui wawancara video kepada portaljabar.net, beberapa waktu lalu.

Sarja menceritakan, belum lama ini, ia bersama menantu, dan keluarganya datang ke RS Proklamasi untuk mengobati cucunya yang mengalami sakit mata. Sesampainya di rumah sakit, ia dan cucunya dilayani oleh seorang Dokter berinisial SPR. Diduga oknum dokter ini tinggal di Kecamatan Cikampek.

BACA JUGA : Dinkes Karawang Cuma Negur RS Proklamasi, Padahal Kasusnya Banyak !

Sejak awal masuk ruangan, kata Sarja, sang oknum dokter sudah bersikap tidak baik. Yaitu dengan langsung memvonis mata anaknya sudah tidak berfungsi, meski belum dilakukan pemeriksaan awal.

"Wah ieu mah matana geus kempes ieu mah, geus euweuhan panon teh, (Wah ini matanya sudah tidak ada)," ucap Sarja menirukan ucapan sang oknum dokter.

Mendengar ucapan oknum dokter tersebut, pihak keluarga langsung panik dan menangis histeris. Setelah itu, oknum dokter SPR langsung bertanya kepada pihak keluarga soal jumlah uang yang mereka bawa.

"Saya bilang cuma bawa 500 ribu. Kata dia kurang harus sejuta, saya bayar langsung sejuta," ujar Sarja, yang juga menjabat Ketua RT 28 RW 06.

BACA JUGA : Jenazah Bayi Miskin Disandera RS Proklamasi, Baru Keluar Dengan Jaminaan STNK Motor

Uang Rp 1 Juta itu, kata Sarja, diberikan di dalam ruangan sang oknum dokter, bukan di tempat kasir pada umumnya pembayaran rumah sakit.

Setelah memberikan uang Rp 1 Juta, lanjut Sarja, dokter tersebut melakukan pengobatan dengan alat suntik yang ia lihat alatnya bekas pakai pasien lain. Bahkan kata dia, pasca disuntik, tak sedikitpun ada perubahan dengan penyakit cucunya.

Yang lebih parahnya, ungkap Sarja, sang dokter berani bersikap dan bicara kasar kepada anak dan cucunya. Salah satunya dengan mencubit paha cucunya terlebih dahulu yang berusia 2,5 tahun sebelum melakukan injeksi atau suntik. Akibat hal itu pula, kini cucunya sangat trauma dengan dokter karena mendapatkan sikap kasar.

BACA JUGA : Polres Karawang Selidiki 2 Video Mesum Diduga Siswi Alumni SMA Negeri Favorit

"Udah gitu teh dia (dokter) ngatainnya kasar. Anak saya lah, mantu saya lah, ini habis EW**N (hubungan intim) dimana," kata Sarja menirukan ucapan oknum dokter.

Sementara itu, setelah kasus ini viral, pihak RS Proklamasi langsung mendatangi rumah Sarja. Itikad baik pihak rumah sakit diterima keluarga korban dengan mengganti biaya perawatan yang dikeluarkan sebesar Rp1 Juta.

Meskipun begitu, tak sedikit warga berharap agar ada sanksi dari pihak terkait kepada oknum dokter. Termasuk warga berharap agar RS Proklamasi memperbaiki manajemen agar tidak merugikan pasien. Hingga berita ini ditulis, oknum dokter bersangkutan belum bwrhasil dikonfirmasi Portal Jabar. (ega)
 

Tags:

Berita Terkait

Related News