Diduga Pembangunan DAM Parit Tak Sesuai RAB, Semua Pihak Terkait Saling Lempar Tangan

KARAWANG-Pelaksanaan Pembangunan sumber air atau dam parit di Dusun Karang Setia RT 11 RW 04, Desa Medankarya, Kecamatan Tirtajaya, diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spek dan RAB yang ditentukan.

Pantauan Portaljabar.net di lokasi, pekerjaan yang bersumber dari dana DAK Bidang Pertanian tahun 2018 dengan biaya sebesar Rp69.132.000. dan selaku pelaksana Kelompok Cahaya Tani. Namun sayangnya, dalam papan pelaksanaan (Plang Proyek) tidak mencantumkan waktu pelaksanaannya, sehingga terkesan ada yang ditutupi.

"Memang dari awal pekerjaan sudah dapat terlihat tidak sesuai spek, seperti dari material pasir, batu kali, daun pintu ukuran kecil dan adukan (semen dan pasir), sehingga diduga pekerjaan sudah tidak sesuai RAB yang sudah ditentukan," ucap DN, petani di sekitar pembangunan.

Sementara itu pihak terkait pembangunan dam tersebut tampak saling lempar ketika diminta konfirmasi. Juanda, selaku ketua kelompok tani, ketika dimintai keterangan seputar pelaksanaan pembangunan DAM tersebut terkesan ada yang ditutup-tutupi dan saling lempar tangan ke pihak lain.

"Saya hanya melaksanakan pekerjaan saja. Mengenai anggaran saya tidak tahu menahu, tanya ke bendahara saja dan mengenai waktu pelaksanaan yang tidak dicantumkan itu urusan dari dinas. Llau mengenai yang lainnya langsung tanyakan ke Pak Arif selaku PPL-nya," ucap Juanda kepada Portaljabar.net, Jumat (11/1/2019).

Sedangkan menurut keterangan Arif selaku PPL ( petugas penyuluh pertanian) atau selaku pendamping kelompok tersebut, mengatakan, pihaknya sudah berupaya dan memberi arahan ke kelompok agar pekerjaan pembangunan penurapan dam parit disesuaikan dengan aturan dan harus dimaksimalkan.

"RAB itu ada di ketua gapoktan, saya tidak pernah pegang. Dan tidak mau pegang karena saya bukan pelaksana. Kalau mengenai harga bahan bangunan saya kurang hapal. Saya juga tidak sampai bertanya tanya mengenai harga," dalihnya.

Menurutnya, karena pelaksananya adalah pengururus gapoktan (ketua, sekretaris, bendahara) sementara dirinya hanya pembina gapoktan, sehingga hanya memonitoring saja pekerjaan tersebut. 

"Dan memastikan pekerjaan itu dilaksanakan dengan baik di tempat yang sesuai dengan yang diusulkan," pungkasnya. (wins).

Tags:

Berita Terkait

Related News