Bisnis Prostitusi Di Kota Cirebon Gak Ada Matinya, Kamar Kost Dan Hotel Jadi Tempat 'Eksekusi'

CIREBON - Bisnis prostitusi di Kota Cirebon masih marak terjadi. Sejumlah titik telah diidentifikasi sebagai tempat bisnis lendir dan jadi lokasi favorit pria hidung belang.

Para pelaku bisnis esek-esek yang masih eksis ini menggunakan segala cara dalam menjalankan bisnis haramnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Satpol PP Kota Cirebon, tercatat ada tiga tempat diduga marak prostitusi, yang berlangsung sejak lama, dan masih beroperasi hingga saat ini.

"Ada yang polanya antar jemput dan ada yang pakai motor sendiri, juga ada yang menggunakan jasa tukang becak jadi disaat kami razia mereka mudah kabur," kata Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Andi Armawan, Jumat (11/1/2019).

Menurut Andi, Kota Cirebon tidak memiliki tempat lokalisasi, layaknya Saritem di Bandung, dan Dolly di Surabaya. Di Cirebon kata Andi hanya tempat mangkal yang sering terjadi praktik mesum bahkan untuk eksekusinya pun hanya di hotel - hotel kelas melati dan kos kosan.

"Kalau di Kota Cirebon tidak ada lokalisasi tapi yang banyak adalah prostitusi short time (kencan singkat) di hotel dan tempat lain seperti kosan yang ditengarai menjadi tempat mesum," tuturnya.

Dalam peredarannya, Andi menyebutkan lokasi PSK mangkal terdapat di tiga titik utama. Kawasan Kalibaru atau yang lebih dikenal dengan Sukalila, Cemara, hingga kawasan Terminal Harjamukti Kota Cirebon sebagai contohnya.

Menurut Andi, untuk memerangi praktik prostitusi yang ada di Kota Cirebon butuh sinergi semua pihak. Mulai dari unsur masyarakat, polisi hingga LSM yang peduli terhadap penyakit masyarakat (pekat).

"Kita tidak bisa sendirian harus mengajak atau bersinergi dengan yang lain, maka praktik ini paling tidak bisa diminimalisir," ungkapnya.

Sementara untuk menekan praktik ini, Andi juga menjelaskan, pihaknya akan membentuk tim cyber guna mengawasi keberadaanya lewat dunia maya.

Selain itu, jika ada terbukti PSK dan lelaki hidung belang melakukan hubungan intim, pihaknya tidak segan-segan akan pasang potonya pada medsos.

"Bukan hanya PSK termasuk lelaki hidung belangnya pas misal sedang razia kami dapat mereka sedang berhubungan intim dan itu disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat," ungkapnya.

Bahkan, lanjut Andi PSK atau laki-laki hidung belang terciduk melakukan hubungan intim, akan diminta membuat spanduk, untuk memerangi praktik tersebut di lokasi.

"Satpol PP Kota Cirebon akan melibatkan unsur masyarakat dalam menekan praktik prostitusi tersebut. Sebab, kedepan program tersebut akan sepenuhnya ditangani masyarakat," tandasnya. (Jhn)

Tags:

Berita Terkait

Related News