Catat! Ini Dia Tempat Prostitusi Terkenal Sepanjang Sejarah Di Indonesia

NASIONAL-Berbicara prostitusi maka berbicara sejarah sepanjang manusi hidup di muka bumi. Usia prostitusi sama panjangnya dengan usia manusia pertama kali menjejakan kakinya di muka bumi.

Di Indonesia, khususnya pada zaman masa penjajahan Belanda telah banyak berdiri tempat-tempat prostitusi. Biasanya mereka datang untuk melepas penat karena jauh dari keluarga atau pun kekasih.

Akhirnya, bisnis ini terus berkembang karena adanya 'kebutuhan' bagi sekelompok orang. Bahkan saat Belanda sudah pergi hingga berganti Jepang pun, keberadaan prostitusi ini masih tumbuh subur.

Catat, ini tempat prostitusi terkenal sejak masa zaman penjajahan Belanda :

1. Saritem-Bandung : Saritem adalah salah satu lokalisasi paling tua yang ada di Indonesia. Letaknya di daerah Bandung, tepatnya di antara Jalan Astana Anyar dan Jalan Gardu Jati.

Saritem pertama kali dibangun pada tahun 1838 saat Belanda masih menguasai Indonesia. Beberapa sumber menyebutkan nama Saritem sendiri berasal dari nama seorang gundik Belanda bernama Nyi Saritem.

2. Macao Po-Jakarta : Macao Po adalah rumah bordil pertama yang ada di Jakarta. Rumah yang didirikan untuk melayani kebutuhan tentara Belanda ini berdiri pada akhir abad ke-17.

Sejak berdiri, Macao Po menjadi buah bibir dan membuat banyak tentara Belanda tertarik. Akhirnya banyak dari tentara pergi ke sana meski harus pulang dalam keadaan sakit sifilis. Akhirnya, Gubernur Jenderal Belanda yang memerintah saat itu melarang adanya prostitusi karena membuat banyak tentara sakit dan meninggal dunia.

3. Gang Dolly-Surabaya : Mungkin dalam daftar lokalisasi di Indonesia, Gang Dolly menjadi yang teratas. Konon Dolly ini terbesar di Asia Tenggara mengalahkan lokalisasi Patpong di Thailand atau Geylang di Singapura.

Dolly sudah ada sejak jaman Belanda dan dikelola oleh perempuan keturunan Belanda yang dikenal dengan nama tante Dolly van der mart.

Dolly yang terletak di Surabaya ini menawarkan wisata malam sekaligus sebagai sandaran hidup penduduk sekitar.
Disebutkan ada lebih dari 800 wisma untuk konsumen seks bebas di sini selain cafe dangdut dan panti pijat plus-plus yang berjejer rapi di Dolly. Prostitusi ini akhirnya ditutup total ketika Surabaya dipimpin oleh Wali Kota Risma.

4. Pasar Kembang (Sarkem)-Jogya : Pasar Kembang pertama kali dibuka pada tahun 1880-an. Pasar Kembang atau Sarkem sebenarnya adalah nama jalan yang terletak di dekat Stasiun Tugu, Yogyakarta.

Kawasan ini dikenal di seluruh Indonesia, bahkan mancanegara sebagai tempat untuk 'jajan' bagi para pria-pria kesepian. Sejak saat itu banyak wanita mulai menetap dan menjajakan jasanya kepada pria Belanda atau pribumi yang memiliki duit. (tif).
 

Tags:

Berita Terkait

Related News